SUMATRALINK.ID — Ustadz Muhammad Kafi Hamdan pada akhir khotbah keduanya di Masjid Raya Al Bakry, Bandar Lampung, Jumat (19/12/2025) mengkisahkan, pada suatu majelis di masjid, Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) mengumumkan kepada jamaah, akan masuk seorang hamba Anshor lewat pintu itu dengan jenggot basah bekas wudhu dan memegang sandalnya yang lusuh. Dia seorang penghuni surga. Sahabat yang hadir pada majelis ilmu tersebut tercengang dan menerka-nerka. Hamba Allah yang masuk masjid dijamin masuk surga tersebut bukan Abubakar Ashsidiq Rodhiyallahuanhu (RA), bukan Umar bin Khotob RA, bukan pula Utsman atau Ali (RA), atau sahabat Nabi SAW lain yang sudah dikenal umum jamaah. Hamba Allah tersebut orang biasa-biasa saja, dari kalangan dan keturunan orang biasa-biasa saja, amalan ibadahnya juga biasa-biasa saja, bahkan tidak terlalu banyak atau berlebihan. Seorang sahabat Nabis SAW yang hadir di majelis itu penasaran dengan hamba tersebut sampai Rasul SAW menyebutnya statusnya penghuni surga. Sepulang dari majelis Rasul SAW, seorang sahabat penasaran mengikuti pulang hamba Allah tersebut ke rumahnya. Ia izin menginap di rumanya tiga malam. Selama itu, ia tidak menemukan amalan atau ibadah yang istimewa dari seorang hamba Allah dari kalangan Anshor tersebut. Tapi, baginda Nabi SAW yang sudah ditetapkan penghuni surga. Berarti, orang ini tidak main-main. Shalat, zikir, puasa, tadarus, dan ibadah sunnah lain sebagainya, sama sekali tidak ada yang berlebihan atau spesial. Akhirnya, ia bertanya kepada hamba Allah tersebut. “Aku tidak pernah merasa iri kepada sesama Muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya,” jawab hamba Allah tersebut. Setelah tahu resepnya, Abdullah bin Amr bin Ash RA, sadar sesadarnya. Amalan ringan dan biasa-biasa saja yang dilakukan hamba penghuni surga tersebut yakni hilangnya sifat iri dan dengki, yang inilah membuatnya mendapat derajat tinggi di sisi Allah SWT, dan berhak menghuni surga. “(Tapi) Amalan itu yang sulit dilakukan banyak orang,” ujarnya. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Jurnalis dan Bencana Tangan Dingin Imron Telurkan Juara Dunia