Menara masjid di Bandar Lampung. (Foto: Sumatralink.id/Mursalin Yasland)

SUMATRALINK.ID – Sebagai manusia biasa, kecuali para ambiya, wajar terjadi pasang surut dalam beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala (SWT) terutama menjalankan kewajiban shalat lima waktu berjamaah di masjid bagi laki-laki. Tapi, siapakah orang yang mampu shalat semalam suntuk atau sepanjang malam?

Masjid dibangun berfungsi utama sebagai sarana mendirikan shalat berjamaah. Untuk itu, kewajiban shalat lima waktu secara berjamaah bagi lelaki adalah di masjid atau musholla, kecuali terdapat udzur (halangan). Kumandang adzan di corong masjid/musholla tanda seruan kepada umat Muslim untuk shalat wajib berjamaah.

Sangat aneh bila mengaku Muslim yang pendengarannya masih normal ketika kumandang adzan tidak bersegera menjalankan shalat lima waktu ke masjid di awal waktu. Bahkan, masih banyak umat yang lalai dan pura-pura tidak mendengar seruan muadzin, lantas memolorkan waktu shalat bahkan ada yang tidak shalat sama sekali.

Keutamaan shalat berjamaah di masjid, sudah banyak yang tahu pahalanya. Yakni dilipatgandakan sebanyak 25 atau 27 derajat dibandingkan shalat sendirian di rumah.

Dari Ibnu Umar Rodhiyallahuanhu (ra), Nabi Muhammad SAW bersabda, “Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat,” (HR. Bukhari, Muslim).

Sedangkan dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda, “Shalat seseorang secara berjamaah dilipatgandakan atas shalat di rumahnya dengan 25 kali lipatan….,” (HR. Muslim, lafal Bukhari).

Dari lima waktu shalat wajib, terdapat dua waktu shalat yang keutamaan tidak dimiliki tiga waktu shalat lainnya. Yakni, Shalat Isya dan Subuh. Bukan berarti shalat lainnya Dhuhur, Ashar, dan Maghrib tidak utama. Tadi, Shalat Isya dan Subuh yang dilakukan berjamaah di masjid memiliki keistimewaan luar biasa.

Jangan sampai umat khususnya lelaki melalaikan Shalat Isya’ dan Subuh di masjid secara berjamaah. Menjaga shalat wajib terutama kedua shalat tersebut, setidaknya membedakan seorang muslim dengan kaum munafik ketika mereka malas shalat wajib tersebut.

Lalu, apa keutamaan Shalat Isya dan Subuh secara berjamaah di masjid? Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda, “Seandainya kalian mengetahui keutamaan yang ada pada shalat berjamaah Isya dan Subuh, niscaya kalian akan mendatanginya meskipun merangkak,” (HR. Bukhari, Muslim).

Sahabat Utsman bin Affan ra mengatakan, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Siapapun Shalat Isya berjamaah maka seolah-olah dia telah bangun (qiyamul lail) separuh malam. Dan siapa yang Shalat Subuh berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat pada seluruh malam,” (HR. Muslim).

Sedangkan riwayat Tirmidzi, dari Utsman bin Affan ra, Nabi SAW bersabda, “Siapapun menghadiri Isya dalam jamaah maka baginya adalah (pahala) shalat separuh malam, dan siapa yang Shalat Isya dan Subuh dalam jamaah maka baginya (pahala) shalat semalam suntuk.”

Betapa istimewanya Shalat Isya dan Subuh bila dikerjakan secara berjamaah di masjid, sama halnya dengan shalat semalam suntuk mulai dari waktu bakda Maghrib sampai qobla Subuh. Kalau diperkirakan semalam suntuk itu 9 atau 10 jam. Bila untuk dua rakaat saja dibutuhkan waktu kisaran 3 menit, maka selama sembilan jam tersebut sebanyak 180 rakaat.

Pertanyaannya, siapa yang sanggup shalat 180 rakaat dalam semalam? Untuk melaksanakan Shalat Isya 4 rakaat dilanjutkan shalat bakda Isya 2 rakaat, disambung Shalat Tarawih 8 atau 20 rakaat, ditambah Shalat Witir 3 rakaat, masih banyak yang tidak sanggup dan malas-malasan, bagaimana dengan 180 rakaat?

Untuk itu, marilah tetap menjaga lima waktu shalat wajib secara berjamaah, yang terutama dua waktu shalat yakni Isya dan Subuh untuk mendapatkan ganjaran pahala yang luar biasa, yang tidak sanggup dikerjakan manusia biasa. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *