SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Gara-gara mobil diseruduk Kereta Api (KA) Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang), warga “Akamsi” (anak kampung sini) memalangi jalur rel KA dengan besi rel bekas. Tindakan berbahaya ini terjadi perlintasan rel KA Garuntang, Bandar Lampung, baru-baru ini. Video warga akamsi memblokade jalur rel KA Babaranjang ini sempat viral di media sosial, selepas Lebaran Idul Fitri, Kamis (26/3/2026). Dalam tayangan video yang unggah akun IG @feedgramindo, perlintasan rel KA Garuntang sempat heboh oleh keramaian warga. Pada perlintasan rel KA yang ramai lalu lintas orang dan mobil tersebut, beberapa warga anak muda membawa besi bekas rel dan memalanginya di jalur rel KA. Kejadian ini sempat mengundang warga setempat maupun pengguna kendaraan untuk menyaksikan tindakan berbahaya pada keselamatan kereta dan warga sekitar. Keterangan yang diperoleh, tindakan sebagian warga memalangi jalur rel KA dengan besi bekas rel dipicu oleh kejadian sebuah mobil diseruduk kereta. Pemilik mobil meminta dan menuntut ganti rugi kepada PT KAI. Namun, tidak jelas berita tuntutan pemilik mobil, tiba-tiba ada aksi blokade jalur rel KA. Menurut sumber di lokasi kejadian, mobil yang diseruduk KA Babaranjang lantaran mobil tersebut melaju dengan cara memaksa melintasi perlintasan KA, padahal kereta api sudah mendekat. Kejadian ini membuat mobil tersebut ringsek diseruduk kereta api. Aksi sebagian warga memblokade jalur rel KA ini mengundang kemarahan warganet di media sosial. Warganet mengecam tindakan warga yang memblokade jalur rel KA dengan besi untuk menghalangi laju kereta Babaranjang. “Kicakkk, ini Kalau misal kecelakaan dan buat kereta ada korban apa mereka semua bertanggung jawab,” tulis akun IG @andfearofg**. “Astagfirullah, pemikirannya gimana ya itu orang yg blok jalan kereta,” tulis akun @luthfianzhari**. “Maaf nih mau tanya kira2 ada otaknya ga ya?????” tulis @gatot2604**. Seperti diberitakan, kecelakaan sering terjadi antara KA Babaranjang dengan mobil, motor, dan orang, yang kerap merenggut nyawa manusia. Selama perlintasan masih menggunakan palang pintu kejadian serupa ke depan masih akan terjadi. Menurut Heri, warga Garuntang, Bandar Lampung, lalu lintas KA Babaranjang yang membawa muatan batubara dari Tanjungenim, Provinsi Sumatra Selatan menuju Pelabuhan Tarahan, Lampung Selatan, Lampung, sudah berlangsung lama. Pintu perlintasan tidak menjamin keselamatan orang, kendaraan, maupun KA itu sendiri selamat dari bahaya. Ia mengatakan, tidak sedikit korban kendaraan dan jiwa melayang di rel kereta sepanjang wilayah Lampung terutama di Kota Bandar Lampung. Jalur maut di perlintasan KA di wilayah Lampung seperti menjadi langganan “pencabut nyawa” manusia yang melintas baik secara sengaja maupun tidak. “Rencana pemindahan jalur rel KA ke tempat yang lebih aman beberapa tahun lalu, sampai kini belum juga terwujud,” kata Heri, seorang tokoh masyarakat setempat. Menurut dia, PT KAI yang meraup untung dengan lalu lintas KA Babaranjang hanya dinikmati wilayah Jawa. Sedangkan warga di Sumatra Selatan (pemilik batubara) dan Lampung sebagai tempat melintas tidak mandapat manfaat yang signifikan. (Emye) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos KPK Terima Karangan Bunga Sindiran dari MAKI