Ilustrasi: Orang sombong. (Foto: AI/Sumatralink.id)

SUMATRALINK.ID – Manusia, sebagai anak keturunan Adam ‘Alaihissalam tidak dapat hidup tanpa manusia lain. Nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya, agar jangan memalingkan muka saat berbicara dan berjalan di muka bumi karena sombong.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh (sombong). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri,” (QS. Luqman: 18).

Dalam tafsir Ibnu Katsir, jangan memalingkan muka saat berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain di hadapanmu. Hal tersebut seakan meremehkan lawan bicara.

Seorang berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain, harus menghadapkan mukanya kepada orang yang diajak berbicara dengan merendahkan hati dan memaniskan wajah.

Allah SWT sangat murka terhadap orang berjalan di muka bumi dengan sombong, takabbur, atau otoriter, seakan dia dapat menguasasi segalanya.

Pada masa lalu, seperti dikatakan Amr bin Hayy at-Taghlabi, “Dahulu, jika orang-orang sombong menekuk mukanya, maka kami akan luruskan kemiringannya hingga (muka) dia tegak.”

Sedangkan, nasihat jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh, karena manusia adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahuwata’ala (SWT). Tidak ada daya apa pun manusia di hadapan sang Pencipta-nya.

Allah SWT sangat murka terhadap orang berjalan di muka bumi dengan sombong, takabbur, atau otoriter, seakan dia dapat menguasasi segalanya.

Sifat sombong atau angkuh, membanggakan diri di hadapan orang lain merupakan sifat tercela dan tidak disukai Allah SWT. Untuk itu, berjalan kamu di muka bumi dengan sederhana, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat; pertengahan. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *