Pengunjung gerai ayam Al Baik di Makkah, Saudi Arabia membeludak. (Foto: Mursalin Yasland) SumatraLink.id — Seorang lelaki Arab tegab penjaga gerai fast food Al Baik di Makkah, Saudi Arabia, pertengahan Agustus 2023 menghalau konsumen. "Laa," katanya sembari menggerakkan telapak tangan pertanda tidak ada atau habis. Hemm… Baru paham pengunjung. Tapi, heran masih banyak orang yang antre di gerai ayam Al Baik tersebut petang itu. Ternyata, pengelola ayam saingan McD dan KFC tersebut masih menyediakan paket lain selain ayam. Oh.. baru sadar lagi. Untuk mendapatkan paket ayam Al Baik ini, saking ramainya harus sabar. Konsumen harus mengambil nomor antrean digital, seperti berobat di rumah sakit. Akhirnya, Ummu Alfia yang sedang umroh saat itu berniat mendatangi gerai Al Baik selepas Subuh besok. Ia titip dengan rekannya yang berniat sama beli paket Al Baik untuk keluarganya di Indonesia. Antrean agak berkurang kalau stok ayam Al Baik habis. (Foto: Mursalin Yasland) Bagi yang umroh atau berhaji, gerai ayam Al Baik ini dekat dengan Masjid al Haram sebelah kanan dekat WC 6 berada di lantai tiga Mal Jabal Omar. Mudah dijangkau tapi cepat habis. Maklum, yang beli sampai antre ratusan orang, stok ayam terbatas. Gerai ini menyajikan ayam goreng tepung, ayam panggang, ikan fillet, nugget, udang, sandwich, dibalur bumbu yang meresap di sajian. Paket yang ditawarkan porsinya satu ayam dibelah empat jadi delapan potong tanpa kepala dan kaki. Bagi orang Arab sudah biasa porsi jumbo demikian. Berbeda orang Indonesia, seporsi dapat dimakan 2-3 tiga orang. Lumayan harga tak sampai Rp 50.000 dinikmati 2-3 orang anggota keluarga. Kalau dihitung lebih murah 30 persen dari paket McD dan KFC. Ada paket Al Baik 6 riyal, 11 riyal, dan 18 atau 19 riyal bergantung menu yang dipajang. Kisah sampai ada ayam Al Baik, berdasarkan cerita Ustadz Salim A Fillah dalam kajian bertema Jejak Nabi Muhammad SAW dikutip dari republika.co.id, sejak meninggalnya Ibrahim anak Nabi Muhammad SAW yang berusia 2 tahun. Ibrahim wafat diriwayatkan lantaran serangan ayam ayam. Sejak itu, terkabar orang Arab tidak mau makan ayam lagi. Tapi, sampai ada orang yang suka makan ayam disebut Al Baik. Maka, lahirlah restoran yang menjual ayam cepat saji, yang namanya Al Baik. Al Baik dalam Bahasa Arab artinya baik, juga Al Buruk artinya berkah. Sebagian jamaah umrah yang tidak cocok menu membeli ayam Al Baik saat berada di Makkah. (Foto: Mursalin Yasland) Ada yang mengisahkan ayam Al Baik ini hadir tahun 1974 di Jeddah, Saudi Arabiyah. Pendirinya Shakur Abukhasala dari Gaza, Palestina. Beliau sudah meninggal dunia pada usia 48 tahun serangan kanker. Nama restoran Al Baik ini baru dipatenkan tahun 1986, dan membuka cabang di Makkah tahun 1990. Saat ini, berdasarkan data MCH Kemenag RI, restoran cepat saji ini tersebar di Jeddah 31 gerai, Makkah 6 gerai, dan madinah 3 gerai. Ayam Al Baik ini membuat orang Arab mulai gemar makan ayam. Seiring waktu viral juga di Indonesia. Jamaah umroh dan haji yang tahu tidak melewatkan membeli paket Al Baik tersebut. Setelah 10 hari di Tanah Suci, tiba harinya pulang ke Indonesia. Paket Al Baik yang dibeli Ummu Alfia sehari sebelum pulang ke Tanah Air, disimpan di kulkas kamar hotel biar awet selama perjalanan pulang ke rumah. Alhamdulillah masih enak dan gurih, tentunya dipanasin lagi. Semoga Al Baik hadir di kota-kota di Indonesia seperti yang itu…. (Mursalin Yasland/Makkah) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Menatap Sore di Dermaga Tanjung Kalian Bangka