Ilustrasi: Hidangan makanan daging dan roti. (Foto: AI/Sumatralink.id)

SUMATRALINK.ID – Saat ribuan orang bergotong royong menggali parit di sekitar Madinah, sahabat Jabir bin Abdullah Rodhiyallahuanhu (RA) membisikkan ke telinga Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam (SAW). Rasulullah SAW terlihat sangat lapar sekali.

“Wahai Rasulullah, aku telah menyembelih seekor kambing dan menggiling satu sha’ gandum, mohon kiranya engkau berkenan datang dengan beberapa orang sahabat saja,” kata Jabir bin Abdullah kepada Nabi Muhammad SAW di tengah terik panas matahari.

Sebelumnya, dalam hadist shahih yang diriwayatkan Bukhari, Jabir bin Abdullah melihat Rasulullah SAW sangat lapar sekali saat menggali parit bersama para sahabat. Ia bergegas pulang ke rumah.

“Apakah ada makanan, karena aku melihat Rasulullah SAW sangat kelaparan,” kata Jabir bertanya kepada istrinya di rumah.

Istri Jabir mengeluarkan satu sha’ gandum yang masih tersisa. Sedangkan Jabir memotong seekor kambing — satu-satunya – miliknya.

Jabir memotong-motong daging kambing beberapa bagian, sedangkan istrinya menggiling gandum. Jabir memasak daging kambing dalam racikan khasnya kemudian dimasukkan ke dalam periuk. Sedangkan istrinya membuat adonan roti.

“Awas, jangan sampai engkau membuatku malu di hadapan Rasulullah SAW dan para sahabatnya!” kata istri Jabir selesai memasak.

Jabir meminta Nabi SAW hanya mengajak beberapa sahabat saja untuk makan siang di rumahnya. Persediaan makanan yang dihidangkan tidak cukup kalau semua sahabat yang menggali parit sekeliling Madinah.

Tapi, keinginan Jabir berbeda dengan keinginan Rasulullah SAW. Beliau SAW bersabda:

“Wahai para penggali parit, sesungguhnya Jabir telah memasak makanan, maka marilah kita mendatanginya,” teriak Rasulullah SAW di hadapan para sahabat yang juga sedang kelaparan.

Rasulullah SAW meminta Jabir agar periuk berisi olahan daging tidak diturunkan, dan adonan gandum jangan dimasa dulu. “Tunggu aku sampai datang!” perintah Nabi SAW.

Jabir pulang duluan ke rumha. Rasulullah SAW dan para sahabat menyusul. Jabir mengabarkan kalau Rasulullah mengajak semua sahabat untuk makan di rumahnya.

“Bagaimana engkau (Jabir) ini!” kata istri Jabir yang sudah mengingatkan agar tidak membuat malu dengan persediaan makanan yang sangat terbatas ini.

Setelah pesan Nabi SAW disampaikan kepada istrinya, Nabi Muhammad SAW mengeluarkan adonan roti yang telah disiapkan. Rasulullah SAW mendoakan, kemudian beliar pergi ke periuk berisi daging kambing dan juga mendoakannya, lalu beliau SAW bersabda:

“Panggilah juru masak yang lain untuk membantu kalian, dan masaklah dari dalam periuk dan jangan turunkan periuknya!”

Jabir mengatakan, jumlah tamunya sekira seribuan. Ia bersumpah dengan nama Allah, semua orang yang hadir makan makanan tersebut sampai kenyang, lalu mereka pergi.

Namun, anehnya periuk miliknya tetap penuh dengan lauk daging kambing dan tidak berkurang sedikitpun. Sedangkan adonan roti pun tetap seperti semula, juga tidak berkurang. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *