Pilkada serentak 2024. (Foto: Dok SumatraLink.id) SumatraLink.id (REPUBLIKA NETWORK) – Penjabat Gubernur Lampung Samsudin mengatakan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Lampung harus sama kondisi keamanannya pada pemilu 2024 lalu. Provinsi Lampung mencatat prestasi pada pemilu dan pilpres 2024 aman dan kondusif. "Berkaca saat pemilihan umum kemarin, Provinsi Lampung aman dan dinyatakan tidak ada masalah yang mengganggu pembangunan daerah. Ini menjadi prestasi dan harus bisa diterapkan saat pemilihan kepala daerah besok," kata Pj Gubernur Lampung Samsudin dalam keterangan persnya, Selasa (26/11/2024). Ia berharap pada pilkada serentak di Provinsi Lampung pada Rabu (27/11/2024) juga berlangsung aman dan kondusif agar pelaksanaan demokrasi lima tahun di daerah berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai berlangsung damai dan penuh persaudaraan. Pilkada serentak di Provinsi Lampung yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan pemilihan bupati/wali kota. Pada pilgub Lampung, masyarakat dapat memilih dua pasangan calon (paslon) yakni paslon nomor urut 1 Arinal Djunaidi berpasangan Sutono (PDIP dan parpol lain), paslon nomor urut 2 Ahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela (Partai Gerindra dan 12 parpol lainnya). Pj Gubernur Lampung Samsudi mengajak seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing untuk menyalurkan pilihannya berdasarkan hati nuraninya. Menurut dia, menjelang pilkada banyak intrik dan siasat politik yang dilakukan masing-masing tim paslon, tentunya masyarakat tetap memiliki tujuan satu yakni membangun daerah masing-masing dan Provinsi Lampung. “Dengan menyalurkan hak pilihnya pada pilkada nanti, maka masyarakat telah berkontribusi dalam memajukan Provinsi Lampung untuk lima tahun ke depan,” kata Samsudin yang dilantik Mendagri Tito Karnavian sebagai Pj Gubernur Lampung pada 19 Juni 2024. Mantan Staf Ahli Bidang Hukum Kementrian Olahraga mengatakan, kepada masyarakat yang telah memiliki hak pilih hendaknya menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. “Jangan golput (golongan putih/tidak memilih), silahkan datang ke TPS yang sudah ditentukan,” kata Samsudin. Ia mengatakan kedatngan masyarakat ke TPS akan meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada pilkada serentak di Lampung, sehingga pelaksanaan indeks demokrasi di Lampung berjalan dengan baik dan lancar. “Pilihlah sesuai dengan hati nurani,” ujarnya. Pada pilgub Lampung 2024 terdapat dua paslon. Paslon Arinal – Sutono menjadi paslon petahana. Arinal Djunaidi dikenal mantan Sekdaprov Lampung sama halnya Sutono. Arinal pernah menjabat ketua umum DPD Partai Golkar Lampung seusai “lompat pagar” saat mencalon gubernur. Partai Golkar yang dipimpinnya tidak mengusung dirinya, namun ia diusung PDIP. Sedangkan Mirza – Jihan, paslon diusung Partai Gerindra, yang mana Mirza sebagai ketua umum DPD Partai Gerindra Lampung. Sedangkan Jihan, anggota DPD asal Lampung. Mirza sendiri belum pernah menjabat pada lingkungan pemerintahan. Ia hanya aktif dalam organisasi pengusaha seperti Hipmi dan Kadin. Selain pilgub Lampung, warga Kota Bandar Lampung juga akan memilih sosok wali kota dan wakil wali kota. Pada pilkada di Bandar Lampung ini terdapat dua paslon. Paslon nomor urut 1 Reihana berpasangan dengan Aryodhia Febriansyah (PDIP), dan paslon nomor urut 2 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah (Partai Gerindra dan Partai Nasdem). Paslon Eva – Deddy merupakan paslon petahana. Eva Dwiana dikenal istri Herman HN yang pernah menjabat wali kota Bandar Lampung dua periode. Eva sendiri sebelumnya menjabat anggota DPRD Lampung dari Fraksi PDIP. Sedangkan Paslon Reihana – Yodhi diusung PDIP. Reihana dikenal kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang menjabat lebih dari 14 tahun. Beberapa warga Kota Bandar Lampung masih belum mengenal dan belum menentukan siapa sosok kepala daerah yang akan dicoblos pada 27 November 2024. “Saya masih bingung mau nyoblos siapa, karena tidak kenal semua,” kata Dhira, sehari-hari mahasiswi, warga Kemiling, Bandar Lampung. Menurut dia, pilkada gubernur dan wali kota berbeda jauh gaungnya dengan pilpres yang telah lalu. Kalau pilpres, ujar dia, calonnya sudah kenal dan sudah bisa diprediksi bakal mencoblos nomor berapa. Tapi, lanjut dia, kalau calon gubernur dan wali kota, sama sekali masih asing namanya. Mulyadi, pedagang sayur mayur di Bandar Lampung juga merasakan sulit untuk menentukan siapa yang akan dicbolos nanti. “Calon gubernur dan calon wali kota hanya dua orang saja, tidak ada pilihan lain,” kata Mulyadi, warga Bilabong, Bandar Lampung. Ia berharap, calon gubernur dan calon wali kota yang menang mendatang tetap memerhatikan nasib masyarakatnya yang saat ini masih banyak yang belum sejahtera setelah pandemi Covid-19. Selain itu, kepada gubernur dan wali kota nanti segera perbaiki jalan-jalan rusak yang sama sekali tidak diperhatikan. “Terutama jalan-jalan di daerah Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung harus sudah mulus, agar masyarakat nyaman beraktivitas mencari rezeki,” kata Mulyadi. (Emye) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Dua Boks Kulit Ular dan Biawak Asal Pekanbaru Gagal Diselundupkan ke Surabaya Petahana Terjungkal di Pilgub Lampung, Paslon Muda Unggul