Gerbang Tol Gunungsugih, Lampung. (Foto: SumatraLink.id/Mursalin Yasland) SumatraLink.id (REPUBLIKA NETWORK) – Memasuki libur sekolah, Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, para pelintas jalan raya di wilayah Provinsi Lampung harus mewaspadai jalur titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Polda Lampung telah memberikan rambu-rambu kepada pelintas untuk memerhatikan peringatan tersebut. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, terdapat 45 titik rawan kecelakaan dan 36 titik rawan kemacetan. Titik rawan kecelakaan dan kemacetan tersebut berada di jalan lintas Sumatra atau Jalinsum (jalan lintas timur, jalan lintas tengah, dan jalan lintas barat), dan Jalan Tol Trans-Sumatra. “Kepada masyarakat (pelintas) untuk menjaga kondisi fisik dan mengetahui titik rawan kecelakaan dan kemacetan agar selamat dalam perjalanan,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik dalam keterangan persnya yang diterima SumatraLink.id, Selasa (24/12/2024). Ia mengatakan, untuk menghadapi libur panjang akhir tahun Polda Lapung telah menggelar Operasi Lilin Krakatau 2024. Operasi ini berlangsung 11 hari sejak Senin (23/12/2024) sampai Kamis (2/1/2025). Operasi ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun. Umi mengingatkan, masyarakat yang melakukan perjalanan libur Nataru, bagi yang membawa kendaraan pribadi diharuskan mengecek kembali kesiapan kendaraannya baik dokumen dan juga kelengkaran kendaraan sebelum berangkat. Hal tersebut diperingatkan agar selama perjalanan aman dan selamat. Ada tiga fokus Operasi Lilin Krakatau 2024. Pertama, pengamanan tempat ibadah untuk memastikan perayaan Natal berlangsung damai. Kedua, pengawasan lokasi wisata untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Dan ketiga, kelancaran jalur transportasi dengan pendirian pos pengamanan (Pos-Pam) dan pos pelayanan (Pos-Yan). Sebagai pintu gerbang utama Sumatra, Lampung memiliki peran strategis dalam mengelola arus masyarakat selama liburan. Polda Lampung telah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah potensi gangguan keamanan, seperti kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas. Puncak arus kendaraan diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H+9 dengan estimasi volume kendaraan mencapai 18.560 unit per hari. Untuk mengatasi hal ini, Polda Lampung akan mengoptimalkan pengaturan lalu lintas di jalur strategis dan pelabuhan. Data dari Polda Lampung, Selasa (24/12/2024), terdapat 45 titik rawan kecelakaan tersebar di: Lampung Selatan (8 titik Jalinsum) – Jalan Tarahan – Di Km 16-17 – Kilometer 33-34 – Km 55-58 – Kilometer 65-69 – Km 77-70 – Kilometer 89-90 – Jalintim Desa Sumur Kecamatan Ketapang. Lampung Timur (6 titik) – Jalintim Way Jepara – Labuhan Ratu – Jalintim Simpang Sribhawono – Jalan umum Pekalongan – Jalan umum Batanghari – Sekampung – Jalintim Pasir Sakit – Jalintim Way Bungur Lampung Tengah (6 titik Jalinteng) – Tanjung Ratu – Pasar Bandar Jaya – Simpang Randu – Bandar Mataram – Way Pengubuan – Jalin penghubung Desa Gunung Batin Mesuji (3 titik Jalintim) – Km 162 – 163 – Km 172 -174 – Simpang Pematang Lampung Utara (4 titik) – Jalinteng Km 94 – 95 – Jalinteng Km 122 – 144 – Jalur dua Alamsyah RPN – Jalinbar Desa Dwikora Bandar Lampung (4 titik) – Jl. Imba Kusuma tanjakan Lembah Hijau – Jl. Pramuka tanjakan – Jl. Yos Sudarso – Jl. Sorkarno-Hatta Way Kanan (4 titik) – SPBU Sidorejo – Jembatan Umpu, Banjar Masin dan Giham – Pasar Baradatu – Jalinsim Km 172 -173 Pringsewu (2 titik) – Jalinbar Pekon Gumuk – Jalan raya Pekon Wates Pesawaran (1 titik) – Jalan Km 16-17 Negeri Sakit Pesisir Barat (3 titik Jalinbar) – Pasar Krui – Km 39 – Km 87 Tanggamus (3 titik Jalinbar) – Pekon Batu Keramat – Sukaraja – Sedayu Metro (1 titik) – Jalan Jend. Sudirman Sedangkan 36 titik rawan kemacetan tersebar di: Tulangbawang Barat (4 titik) – Jalintim Km 145-146 Pasar Unit II – Jalinpatim Km 282-286 Bawang Latak – Jalintim Km 113-119 Kampung Tua – Bujung Tenuk – Jalintim Km 108-109 Astra Ksetra, Kecamatan Menggala Lampung Utara (2 titik) – Jalinsum Km 105-106 Desa Candimas – Pasar Inpres Bukit Kemuning (Jalinsum KM 153-154 Kecamatan Bukit Kemuning) Way Kanan (1 titik) – Jalinsum Pasar Baradatu, Kelurahan Tiuh Balak Pasar Kecamatan Baradatu Lampung Barat (2 titik) – Simpang Gadis Kelurahan Tugusari Pasar Simpang Luas, Kecamatan Batu Ketulis Lampung Timur (1 titik) – Mataram Simpang Sribhawono Tanggamus (3 titik Jalinbar) – Talangpadang – Km 74-75 Pekon Purwadadi, Gisting – Wonosobo Pringsewu (2 titik) – Jalinbar Km 40-41 Pekon Sidoarjo – Jalan Jend. Sudirman, Pringsewu Selatan Pesawaran (6 titik) – Simpang Tugu Coklat Desa Kurungan Nyawa – Simpang Tugu Pengantin, Desa Penengahan – Jalan raya Way Ratai (tanjakan Pematang Rinjing) – Jalan raya Way Ratai Desa Sidodadi – Jalinsum Dusun Masgar, Desa Bumi Agung – Jembatan jalan lintas Sumatra perbatasan Natar dan Tegineneng Bandar Lampung (5 titik) – Jl. ZA Pagar Alam (depan MBK) – Jl. Teuku Umar (depan Makorem) – Jl. Sultan Agung (perempatan Way Halim) – Jl. Kartini (depan Central Plaza) – Jl. Imam Bonjol (sekitar Universitas Saburai) Lampung Selatan (3 titik Jalinsum) – Jalinsum Km 19-20 Pasar Natar – Km 50-51 Simpang Merak Belantung – Km 86-87 Simpang 4 Pasar Tumpah Metro (3 titik) – Jl. AH Nasution depan Pb Swalayan – Jalan. A Yani depan Pb Swalayan – Jl. AH Nasution Simpang Santa Maria Lampung Tengah (4 titik) – Jalinsum Bandar Jaya – Pertigaan Kampung Terbanggi Besar – Pertigaan Pasar Punggur – Jalan Lintas Kecamatan Trimurjo. (Emye) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Alhamdulillah, Setahun Gunung Anak Krakatau ‘Tertidur Pulas’ Jelang Ganti Tahun, Harga Cabai Merah di Lampung Jadi Rp 80.000 Per Kg