ANDA ingin naik moda angkutan darat jarak jauh dari Jawa ke Sumatera? Jangan pilih perusahaan Antar Lintas Sumatera (ALS). Sebab pelayanannya sangat buruk dan tidak sesuai dengan kelas yang dijanjikan.

Ini setidaknya disampaikan oleh Siti Onang, 71 tahun, yang berangkat dari Kota Tangerang menuju Tebing Tinggi di Sumatra Utara. Dengan fasilitas VIP dan dijanjikan durasi perjalanan 3 hari perjalanan, ternyata isapan jempol.

Terbukti sejak awal dijanjikan berangkat jam 17.00, tapi baru diberangkatkan jam 19.00. Dari sini, setelah menyebrang ke Sumatra, bus yang yang tampilannya keren, mengalami kerusakan mesin dan AC, beberapa kali.

Akibatnya, durasi perjalanan menjadi lebih panjang.

“Akibatnya pengeluaran uang untuk makan di jalan pun bertambah,” kata Onang.

Meski sudah menyalahi perjanjian, pihak perusahaan bus tidak ada menyatakan maaf.

Meski sudah menyalahi perjanjian, pihak perusahaan bus tidak ada menyatakan maaf.

Pihak perusahaan otobus pun tidak menunjukkan tanda-tanda memindahkan penumpang ke bus yang lebih baik. Bahkan fasilitas snack yang biasa diadakan di dalam bus, sama sekali tidak tersedia.

Padahal fasilitas tiket yang dibeli adalah VIP dengan nilai Rp660.000. Dengan kata lain tidak ada beda VIP dengan tarif biasa atau yang lebih murah. Kuat dugaan pihak perusahaan tak mampu menyediakan fasilitas snack, karena jumlah penumpang sedikit.

Seperti diketahui, Bus ALS yang ditumpangi Onang hanya mengangkut penumpang sekitar 10 penumpang. Itu pun sebagian didapat di tengah perjalanan. Tapi hak-hak penumpang diabaikan.

Dengan kata lain pelayanan ALS jauh dari yang didengarnya selama ini.

“Saya kapok naik ALS. Penumpang lain juga saya minta berpikir 1000 kali  untuk naik bus ini,” papar Onang.

Ia juga menduga perawatan bus diabaikan, terbukti terjadi kerusakan beberapa kali di jalan. Padahal perawatan sangat signifikan dalam menjaga keselamatan penumpang.

Karena itu dia meminta aparat terkait memeriksa bus ALS ini terkait dengan keselamatan penumpang. Seringnya terjadinkerusakan, menjadi indikasi perawatan yang dilakukan sangat rendah.

Penulis: Nian Poloan, Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *