Gedung Mal Internasional Plaza.Gedung Mal Internasional Plaza di Jl. Jenderal Sudirman, Palembang. (Foto: Sumatralink.id/Mursalin Yasland)

SUMATRALINK.ID, PALEMBANG – Mal tertua di Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) Internasional Plaza (IP) akan tutup per 1 Juni 2026. Gedung mal pertama wong plembang yang berusia 34 tahun ini rencananya akan direnovasi dan berganti manajemen.

Berdasarkan surat edaran tertanggal 20 Mei 2026 yang diperoleh, Jumat (22/5/2026), manajemen PT Indahplaza Internasional telah memberitahukan kepada seluruh tenant atau penyewa lapak, kios, atau tempat di IP sehubungan dengan penutupan gedung, renovasi, dan penghentian kerjasama.

Pihak manajemen mengucapkan terima kasih atas kerjasama, kepercayaan, dan kemitraan yang telah terjalin dengan baik selama ini. Pihaknya juga menginformasikan rencana strategis masa depan keberlangsungan bisnis plaza mal.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, fasilitas, dan kenyamanan di masa mendatang, pihak pemilik gedung akan melakukan peralihan pengelolaan gedung (manajemen baru) serta renovasi gedung,” tulis surat edaran yang diterima pedagang.

Manajemen IP memberitahukan, penutupan operasional gedung IP Mal secara resmi terhitung mulai 1 Juni 2026. Sedangkan terakhir operasional pada 31 Mei 2026. Pihak IP tidak akan memperpanjang masa sewa yang belum terjalani atau memperpanjang kembali masa sewa.

Kepada pemilik tenant untuk mengosongkan area sewa paling lambat 15 Juni 2026, serta menyerahkan kembali lokasi sewa dalam kondisi bersih dan sesuai dengan ketentuan perjanjian.

Mengenai penyelesaian administrasi, pihak tenant wajib mengembalikan seluruh peralatan atau fasilitas milik pengelola yang berada di unit sewa (jika ada).

Mal IP berada di lokasi strategi pusat Kota Palembang di Jalan Jenderal Sudirman. Mal ini memiliki kenangan penting bagi warga khususnya Kota Palembang, karena satu-satunya pusat perbelanjaan moderen yang berlantai lima.

Mal yang ini diresmikan pada 28 Februari 1992 tersebut menjadi tempat kunjungan prioritas bagi warga ketika berbelanja, apalagi pada musim liburan dan hari raya, dan menonton film (bioskop). Di mal ini juga terdapat toko ternama Matahari, yang sudah lebih dulu tutup.

“Banyak kenangan di IP ini sejak zaman kuliah dulu,” kata Lintang mengenang masa-masa kuliah tahun 1990-an.

Menurut dia, mal IP tersebut sangat strategis bagi anak sekolahan dan kuliahan bila pulang sekolah atau pulang kuliah. Pasalnya, kala itu bus kota dan angkot melintasi mal terbesar tersebut dari berbagai trayek kota.  

Terkait penutupan ini, belum ada konfirmasi dari General Manager PT IP Rio Adrianto. Namun, pemilik kios dan tenant yang masih berada di mal tersebut mengakui telah menerima surat edaran tersebut, dan segera akan mengosongkan lapak dagangnya. (Emye)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *