SUMATRALINK.ID – Memasuki Bulan Dzulhijjah tentu banyak keberkahannya. Selain berhaji dan berqurban, ada amal sholih harian yang Allah Subhanahu wata’ala (SWT) cintai dari pada hari lainnya. Yakni, 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah. Keutamaan dan keberkahan Dzulhijjah terdapat pada awalnya yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Fajr (89): 2, “Dan demi malam-malam yang sepuluh.” Dalam tafsir menyebutkan, malam yang keadaannya tidak begitu gelap, terang-terang (remang-remang) seperti waktu fajar. Mengenai malam-malam yang 10, para ulama berbeda pendapat. Diantaranya; 10 malam terakhir bulan Ramadhan, 10 malam pertama bulan Muharram, 10 malam pertama bulan Dzulhijjah, 10 malam terakhir dari munajat Nabi Musa ‘Alaihissalam (AS) di Gunung Sinai, dan seterusnya. Baca juga: Sedekah di Tanah Suci, Dibalas di Tanah Air Ibnu Katsir menjelaskan, “Dan malam-malam yang sepuluh maksudnya adalah 10 (malam pertama) dari bulan Dzulhijjah, sebagaimana telah dikatakan oleh Ibnu’Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid dan selain mereka baik dari kalangan salaf maupun khalaf”. Keistimewaan amalan di bulan Dzulhijjah yang dicintai Allah SWT, terlihat pada hadist yang riwayat Imam Bukhari dari Abdullah ibn’Abbas, Nabi Muhammad Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassalam (SAW) bersabda: “Tidaklah ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih Allah cintai dari hari-hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).” Dalam hadist tersebut, dilanjutkan, para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah SWT?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah SWT, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun (artinya syahid).” Dari pendapat para ulama tersebut, yang terpenting bagi umat Islam, seperti sabda Nabi Muhammad SAW, amalam pada 10 pertama bulan Dzulhijjah dapat ranking tertinggi, mengalahkan amalan lain termasuk berjihad tadi. Baca juga: Berkah Air Zam Zam Jantungku Normal Lagi Bukankah berjihad amalan terberat yakni harus mengorbankan jiwa dan harta, apalagi ditambah tidak pulang lagi dari berjihad. Mengerjakan amalan-amalan baik sekecil atau sebesar apapun berpuasa, bersedekah, berbuat baik, dan lainnya pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang penuh keberkahan karena pahalanya berlipat ganda. Mari kita meraih amal sholih terbaik pada 10 hari bulan Dzulhijjah, karena Allah SWT mencintai hari-hari tersebut. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Lelaki Misterius di Depan Hajar Aswad