SUMATRALINK.ID – Suatu ketika, Ahnaf bin Qais, pemimpin kabilah dari Iraq menemui Khalifah Umar bin Al-Khotob Rodhiyallahuanhu (ra). Amirul Mukminin tersebut sedang membersihkan untanya sendiri. “Wahai Ahnaf, kemarilah. Bantulah Amirul Mukminin membersihkan unta, karena hal itu merupakah sedekah,” kata Umar bin Khotob ra. Siapa yang tidak kenal Umar bin Khotob ra. Beliau seorang yang gagah berani, tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah Subhanahu wata’ala. Beliau ra, seorang pemimpin umat dan negeri yang disegani kawan maupun lawan. Bahkan, kalangan jin dan setan pun lari terbirit-birit tatkala Umar melintas di hadapan mereka. Nah, melihat kehidupan Umar bin Khotob ra saat itu, seorang pemimpin umat dan negara membersihkan unta (kendaraannya) sendiri, tanpa menyuruh “anak buahnya”. Ini kondisi yang tak lazim di zaman sekarang. Permintaan tersebut, seperti dikutip kitab Akhlaqul Mukmin karya Amru Khalid, ditanggapi salah seorang kabilah dari Iraq. “Mudah-mudahan Allah merahmati Anda wahai Amirul Mukminin. Mengapa Anda tidak menyuruh salah seorang hamba sahaya untuk membersihkan unta ini?” tanya seorang kabilah. “Hamba yang manakah yang lebih baik dariku? Dialah Ahnaf bin Qais. Apakah kalian tidak mengetahui bahwa orang yang mengurusi suatu perkara kaum muslimin (seorang pejabat negara), maka ia lebih pantas menjadi budak daripada menjadi tuan,” papar Umar bin Khotob ra. Sikap dan perilaku Umar bin Khotob ra ini seakan menampar semua kalangan terutama para pejabat dan pemimpin umat, pemimpin negeri, dan para petinggi lainnya saat ini. Wallahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter/X Threads Navigasi pos Buku, Bagian Penting Hidup Bung Hatta