SUMATRALINK.ID, LAMPUNG — Ibu-ibu berdatangan ke Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung. Dari pagi sampai petang, para emak-emak ini bekerja pada industri rumah tangga pengolahan ikan asin terutama ikan teri Jembatan sepanjang 700 meter ini menghubungkan pulau seluas 12 hektare yang dihuni sekira 2.000. Hanya kendaraan jenis motor dan becak yang bisa masuk pulau. Terkadang jembatan ini teredam air laut saat pasang. Pekerja menjemur ikan teri asin di terik matahari. (Foto: Mursalin Yasland) Sebagian warganya membuka UMKM pengolahan ikan asin. Ikan diambil dari nelayan bagan di perairan Teluk Lampung. Ikan-ikan teri segar dibersihkan dan diolah lalu dikeringkan di terik matahari. Sekira 40 UMKM di pulau ini memproduksi 3 sampai 4 ton per hari. Produk ikan teri asin dalam kemasan ini dipasok ke Jabodetabek. Sebanyak 50 persen ke Jakarta, 30 persen di luar Jakarta, dan 20 persen untuk kebutuhan lokal. Pekerja mengemas kotak kardus siap dikirim ke Jabodetabek. (Foto: Mursalin Yasland) Para perajin yang membeli ikan dari nelayan bagan kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per bakul dengan berat 10 kg. Sedangkan, harga jual ikan teri asin di antaranya ikan teri nasi Rp 80 ribu-Rp 110 ribu per kg, ikan teri buntiau Rp 55 ribu–Rp 75 ribu per kg, teri jengki Rp 50 ribu–Rp 55 ribu per kg. Sedangkan, ikan teri asin campur Rp 15 ribu per kg. Jembatan menghubungkan Pulau Pasaran dengan Kota Bandar Lampung. (Foto: Mursalin Yasland) Sedangkan pekerja baik ibu-ibu maupun bapak-bapak penjemur dan pengepak kardus mendapat upah harian kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari, bergantung pada seberapa banyak ikan yang diolah dan dijemur. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Musim Hujan, Perajin Gunakan Blower Keringkan Ikan Teri