SUMATRALINK.ID – Kehadiran Presiden (pertama RI) Sukarno di berbagai daerah selalu disambut antusias masyarakat. Salah satu daerah yang pernah dikunjungi yakni Kota Palembang. Sukarno bersama istrinya Inggit Ginarsih sempat mampir di rumah warga Palembang pada prakemerdekaan. Rumah warga yang didatangi Sukarno berada di Jalan KHA Azhari, Kelurahan 4 Ulu Laut, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Pemkot Palembang menetapkan Rumah Singgah Sukanro ini menjadi cagar budaya sejak tahun 2018. Rumah bercorak dan berarsitektur Belanda ini milik Anang, pejuang kemerdekaan asal Sumsel. Warga lokal dan pengunjung luar Kota Palembang sangat mudah mendatangi Rumah Singgah Sukarno. Rumah ini berada di Seberang Ulu I dekat Jembatan Musi VI yang di bawahnya mengalir air Sungai Musi. Berdasarkan pantauan Sumatralink.id, belum lama ini, rumah ini masih terpelihara dengan baik, meski beberapa bagian terdapat kerusakan. Namun kondisi bangunan masih utuh. Dinding dalam ruangan terdapat foto Anang dan keluarga. Lantai dalam hebel lama yang di atasnya tertata kursi kayu jati jadul. Terdapat juga jam besar kuno menghiasi ruangan dalam. Dari penjelasan penjaga rumah, kondisi dan pengaturan perabotan rumah tangga tersebut tetap dipertahankan seperti semula sejak zaman prakemerdekaan. Baca juga: Tak Mudah Lagi Melihat Gajah Way Kambas Tadinya Sukarno dan istri mau menginap di rumah tersebut. Namun, kondisi saat itu tidak memungkinan, karena Sukarno baru keluar dari Bengkulu, setelah pengasingan. Sebelum Sukarno mau ke Jakarta singgah dulu di Palembang atas undangan Raden Fanani, sahabat Sukarno, yang juga anak angkat Anang. Menurut warga setempat, Sukarno dan istri sempat mendapat jamuan makan siang di rumah Anang bersama Raden Fanani, setelah bertemu dengan kerabat Muhammadiyah di Palembang. “Tuan rumah menyediakan lauk pauk kesukaan Bung Karno sayur kangkung dan belut goreng,” kata seorang warga sekitar. Persinggahan Sukarno di rumah Anang yang sebentar ini, sayangnya tidak terdokumentasi dengan foto-foto. Namun, kedatangan Sukarno di Palembang dan sempat makan siang di rumah tua tersebut menjadi momentum bersejarah perjuangan rakyat Palembang melawan kolonial Belanda. (*) Teks/Foto: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Tak Mudah Lagi Melihat Gajah Way Kambas Nyore di Danau Ranau Lumbok Seminung