SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Tiada jembatan penghubung, sejumlah anak sekolah pejalan kaki dan bermotor terpaksa menyeberang Sungai Batanghari menggunakan perahu setiap hari. Kondisi di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, sudah berlangsung bertahun-tahun, pemerintah daerah setempat belum juga membangun jembatan permanen. Dalam tayangan video warganet yang berprofesi seorang pendidik, warga setempat, pada Senin (2/2/2026), antrean panjang anak sekolah SMA baik pejalan kaki maupun yang berkendara motor sedang menunggu kedatangan perahu untuk menyeberangi sungai dari desanya. Narasi yang disampaikan pada akun FB @Andre Angler Liar, antrean anak sekolah SMA masih harus menerima kenyataan untuk menyeberang sungai menggunakan perahu kayu setiap hari. “Ini perjuangan anak-anak didik saya, generasi bangsa Indonesia, anak-anak Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Sukadana, Lampung Timur, yang berjuang seperti ini, lihatlah perjuangan mereka,” kata Andre AL, Senin (2/2/2026). Seperti ini sampai pemerintah menutup mata, menutup telinga dari apa yang kami rasakan riil nyata, ini bukan film. – Warga Kali Pasir Ia mengatakan, kondisi penyeberangan anak-anak sekolah menggunakan perahu tersebut berlangsung setiap hari dengan beberapa kali gelombang. “Seperti ini sampai pemerintah menutup mata, menutup telinga dari apa yang kami rasakan real nyata, ini bukan film,” ujarnya. Menurut dia, selain menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai, dapat melalui jalur alternatif lain, namun harus memutar dan menempuh jarak yang sangat jauh melewati ladang-ladang warga. Pada akun FB @Abdul Rohman sebelumnya menyebutkan, Desa Kali Pasir berdiri sejak tahun 1960, namun hingga saat ini belum juga dibangun jembatan penyeberangan bagi akses warga dan anak-anak sekolah untuk keluar dan masuk desa. Warga dan anak sekolah harus menyeberangi sungai setiap hari dengan jarak tempuh hampir satu kilometer. Viralnya tayangan video di media sosial terkait dengan anak-anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan perahu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mulai bergerak turun ke lokasi, Senin (1/2/2026). Menurut Bupati Ela Siti Nuryamah, rencana pembangunan jembatan di lokasi tersebut sudah lama diupayakan, namun keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pemkab belum dapat membangunnya secara mandiri. Pemkab Lampung Timur telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang masuk skema bantuan presiden. Hingga saat ini, usulan tersebut belum terealisasi karena keterbatasan anggaran. Biaya pembangunan jembatan permanen sepanjang 100 meter diperkirakan menelan biaya Rp 70 miliar, sedangkan Pemkab Lampung Timur baru mampu mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18,99 miliar. Pemkab Lampung Timur dan Pemprov Lampung bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN segera membangun Jembatan Merah Putih yang akan selesai pada semester pertama 2026. Tim pelaksana sudah turun ke lokasi dan mengukur secara teknis tahap awal. (Emye) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Dewan Perdamaian Dibentuk, Justru Israel Bombardir Gaza, 32 Orang Meninggal Dunia Restorative Justice Terintegrasi Hasilkan Keadilan Humanis