SUMATRALINK.ID – Pada umumnya bayi yang baru lahir dari rahim ibunya hanya bisa menangis. Tetapi, tidak dengan tiga bayi ini. Bayi-bayi tersebut justru memiliki keistimewaan dapat berbicara kepada manusia lainnya. Siapakah tiga bayi tersebut? Dari Abu Hurairah Rodhiyallahuanhu, Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) bersabda, “Tidak ada bayi yang bisa berbicara kecuali tiga (bayi) yakni Isa putra Maryam, bayi yang menyelamatkan Juraij.., (dan) bayi yang sedang menetek ibunya….” Hadist yang dikutip dari Kitab Riyadlus Shalihin karya Imam Nawawi ini panjang. Setelah bayi berbicara bernama Isa putra Maryam, berikut kisah seorang bayi yang menyelamatkan Juraij. Juraij seorang lelaki dari kalangan Bani Israil. Ia sangat rajin beribadah, terutama shalat. Ia membuat ‘mihrob’ (tempat) beribadah khusus. Suatu hari, Juraij sedang shalat ibu kandungnya datang. “Wahai Juraij…,” ibunya memanggil. Dalam hati Juraij, “Wahai Tuhan, ini ada ibuku tetapi saya baru shalat”. Selesai shalat, Juraij dapati ibunya sudah pulang. Esoknya ibu Juraij datang lagi. Tapi, Juraij juga sedang shalat. “Wahai Juraij…,” panggil ibunya lagi. Dalam hati Juraij, “Aduh Tuhan, ini ada ibuku tetapi saya baru shalat.” Ia selesai shalat, tapi ibunya sudah pulang. Esoknya, ibunya datang lagi dan memanggil, “Wahai Juraij….” Juraij berkata dalam hati, “Aduh Tuhan, ini ada ibuku tetapi saya baru shalat.” Juraij menyelesaikan shalatnya. Dilihatnya, ibunya sudah pulang. Untuk yang ketiga kali ibunya datang ke tempat Juraij, namun tidak ada sedikit pun jawaban dari Juraij menyahuti panggilan ibu kandungnya. Sang ibu bersedih dan murka kepada anak kandungnya. “Wahai Allah, janganlah Engkau mematikan Juraij sebelum ia berurusan dengan pelacur,” doa ibu kandung Juraij. Doa seorang ibu kandung kepada anaknya sangat makbul. Seiring waktu berjalan, seorang perempuan mengganggu Juraij. Ia mengajak Juraij berzina. Sebelumnya, perempuan itu berzina dengan seorang pengembala, hingga ia mengandung. Fitnah pun menyebar, tatkala perempuan itu melahirkan seorang bayi. “Bayi ini hasil persetubuhanku dengan Juraij,” kata perempuan pelacur tersebut berbohong di hadapan Bani Israil. Sejumlah Bani Israil mendatangi rumah Juraij. Massa merobohkan tempat ibadah Juraij. Juraij diminta bertanggung jawab atas kelahiran bayi tersebut. Wahai Allah, janganlah Engkau mematikan Juraij sebelum ia berurusan dengan pelacur. – Doa ibu kandung Juraij. “Kenapa kamu sekalian berbuat (kerusakan) seperti ini?” tanya Juraij heran. “Engkau berbuat zina dengan pelacur itu hingga melahirkan seorang bayi,” kata massa. “Mana bayinya?” tanya Juraij. Mereka (Bani Israil) membawa bayi perempuan pelacur tersebut ke hadapan Juraij. “Tunggulah dulu, saya akan shalat,” kata Juraij. Ia shalat di tempat ‘mihrob’ yang telah dihancurkan massa. Seusai shalat, Juraij mendatangi bayi tersebut. Ia memijit perut si bayi dan berkata, “Wahai bayi, siapakah bapakmu?” tanya Juraij. “Si fulan yang pengembala itu,” jawab si bayi lancar berbicara. Massa yang tadinya murka, langsung padam dan terdiam heran. Kalangan Bani Israil pun terperangah sekaligus menyesal. Mereka mendatangi Juraij dan meminta maaf. Mereka berniat membangunkan kembali sebuah ‘mihrob’ terbuat dari emas. “Jangan, bangunkanlah ‘mihrob’ dari tanah sebagaimana semula,” kata Juraij. Maka, mereka membangunkan tempat ibadah Juraij sehari-hari yang telah dirobohkan. (Mursalin Yasland) Baca kisah Kisah Bayi yang Dapat Berbicara (2) selanjutnya…. Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Kisah Tiga Bayi yang Dapat Berbicara (2)