Ibu-ibu rumah tangga pekerja tambak udang di Lemong, Pesisir Barat, Lampung. (Foto: Sumatralink.id/Mursalin Yasland

SUMATRALINK.ID, LAMPUNG — Tak ada hari libur bagi Juwairiyah. Ibu paruh baya ini sehari-hari bergelut dengan buih atau busa tambak udang. Lengah sedikit, buih di atas air menggunung, udang-udang windu pun terancam mati.

“Kalau tidak cepat dibuang (busa), dimakan udang lagi jadi penyakit dan mati (udangnya),” kata Juwairiyah, saat ditemui belum lama ini. 

Ibu tiga anak ini mengaku senang ada penghasilan membantu suami untuk keluarga.

Selagi kincir air tambak berputar, Juwairiyah bersama ibu-ibu rumah tangga kampung setempat hadir.  Mereka tak kenal lelah, demi meraih tambahan ‘asap dapur’.

Tambak-tambak udang di Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung menambah lapangan kerja baru, tidak saja bagi pekerja lelaki tapi juga perempuan.

Selintas kerja ibu-ibu ini ringan. Tapi, bila dijalani berat. Setiap hari, buih tambak harus bersih, agar kesehatan udang windu terjamin, kualitas ekspor terpenuhi. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *