SUMATRALINK.ID – Menunggu salah satu pekerjaan yang membosankan. Tapi, menunggu penumpang naik speedboat di bawah Jembatan Ampera sudah terbiasa. Deretan speedboat tertambat siap mengantarkan penumpang ke berbagai tujuan menyusuri Sungai Musi. Dermaga 16 Ilir persisnya berada di bawah Jembatan Ampera menjadi andalan masyarakat yang pemukimannya berada di bagian terluar Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Jalur sungai menjadi akses tercepat menuju Kota Palembang, ibukota Sumsel. Warga yang bermukim di Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan warga bermukim di Sungsang, Karang Agung, Jalur 8 dalam Kabupaten Banyuasin, atau warga desa-desa pesisir sangat akrab dengan alat transportasi sungai bernama speedboat. Belanja di Pasar 16 Ilir Setiap hari, pekan, bulan, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri atau Idul Adha mobilitas masyarakat di sana semakin intens. Mereka berbelanja harian, pekanan, dan bulanan dari kampungnya ke Pasar 16 Ilir dan sekitarnya. Untuk kebutuhan rumah tangga atau mengisi stok warung atau toko di kampungnya, Pasar 16 Ilir dan sekitarnya dikenal pasar yang lengkap dengan harga terjangkau. “Boleh dikata, semua ada di Pasar 16 Ilir. Asal tahu saja tempat tokonya,” kata Usman (42 tahun), kurir di Pasar 16 Ilir Kota Palembang, beberapa waktu lalu. Menurut dia, kawasan Pasar 16 Ilir sejak zaman dulu baik sebelum kemerdekaan sampai sekarang ini masih banyak peninggalan deretan toko-toko lama yang menjual kebutuhan rumah tangga dan peralatan lainnya. Sejumlah speedboat menunggu penumpang di Dermaga 16 Ilir Kota Palembang. (Foto: Sumatralink.id/Mursalin Yasland) Pengunjung Meningkat Menjelang Lebaran Idul Fitri, biasanya pengunjung Pasar 16 Ilir meningkat tajam. Selain warga Kota Palembang sendiri, pengunjung luar kota juga berdatangan dari Kabupaten Banyuasin dan OKI. Mereka tiba di Pasar 16 Ilir tidak melalui jalan darat tapi jalur Sungai Musi. Masyarakat setempat lebih memilih jalur sungai dibanding darat, karena jarak dan waktu tempuh selisih jauh. Naik speedboat hanya 1,5 jam sampai 2 jam pelayaran, sedangkan naik mobil angkutan 5 jam sampai 6 jam dari Air Sugihan, OKI. “Selalu naik speedboat, lebih cepat,” ujar Hamidah, ibu rumah tangga asal Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin. Puluhan speedboat menanti di Dermaga 16 Ilir sejak pukul 6.00. Mereka siap mengantar penumpang ke berbagai tujuan di Kabupaten Banyuasin atau OKI, atau ke daerah lainnya. Speedboat baru berangkat bila penumpang dirasakan mencukupi. Setiap speedboat bervariasi jumlah penumpangnya. Ada yang mencapai 30 penumpang, ada yang kurang. Tarif angkutan berkisar Rp 100.000 sampai Rp 150.000 per penumpang, bergantung tujuan. Penumpang Berwisata Tak hanya penumpang reguler, pengelola juga menerima sewaan speedboat bagi pengunjung yang ingin berwisata mengitari dan menjelajahi Sungai Musi. Atau ada juga yang menyewa untuk hajatan ke daerah-daerah pelosok. Biasanya, pengelola memasang tarif sewa speedboat berkisar Rp150.000 sampai Rp250.000 bergantung jumlah penumpang dan rutenya. Tarif tersebut masih bisa menyesuaikan bergantung kesepakatan kedua pihak di tempat. “Kadang kami pasang tarif murah Rp100.000, karena jaraknya dekat dan penumpangnya sedikit,” ujar Yanto (52 tahun), pengelola speedboat di Dermaga 16 Ilir. Untuk keselamatan penumpang saat berwisata mengitari jalur Sungai Musi, pengelola speedboat tetap menyediakan fasilitas utama seperti pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya. (*) Teks/Foto: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Nyore di Danau Ranau Lumbok Seminung