SUMATRALINK.ID — Nasihat Luqman al-Hakim, seorang budak hitam dari Habasyah (Ethiopia) yang namanya terukir dalam Al Quran, kepada anaknya (Tsaran), agar jangan menyekutukan (syirik) Allah SWT. Menurut dia, perbuatan syirik termasuk kezaliman yang sangat besar. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu itu ia memberi pelajaran kepadanya; Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman (syirik) yang besar,” (QS. Luqman: 13). Nasihat Luqman al-Hakim ini yang pertama-tama sekali disampaikan kepada anak kandungnya. Nasihat ini mengandung hikmah yang sangat dalam kepada anaknya dan kita semua agar dapat selamat mengarungi hidup di dunia dan berujung selamat di akhirat. Siapakah di antara kita yang tidak mencampur keimanannya dengan kezaliman (syirik)? – Sahabat Rasul SAW Dalam Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan, hadist riwayat Al-Bukhori dari Abdullah mengatakan, setelah turun ayat 82 Surat Al-An’am: “Orang-orang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik),” para sahabat merasa sedih. Mereka (para sahabat) berkata, “Siapakah di antara kita yang tidak mencampur keimanannya dengan kezaliman (syirik)?” Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam bersabda, “Maksudnya tidaklah demikian. Tidakkah kalian mendengar ucapan Luqman saat mengatakan, “….Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar,” (QS. Luqman: 13). (HR. Muslim dari hadist al-A’masy). Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Budak Hitam Nasehati Tuannya dengan Daging Kambing