SUMATRALINK.ID – Setelah nasihat jangan berbuat menyekutukan (syirik) Allah SWT, Luqman al-Hakim menasihati anaknya agar berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain). Perintah berbakti atau berbuat baik kepada orang tua ini juga akan menyelematkan anaknya di dunia terlebih di akhirat. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapinya dalam dua tahun…,” (QS. Luqman: 14). Luqman mewasiatkan anaknya setelah beribadah kepada Allah SWT tidak berbuat syirik, lalu berbakti kepada kedua orang tua, sebagaimana Allah SWT berfirman, “Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya,” (QS. Al-Israa’: 23). Dalam Tafsir Ibnu Katsir, menurut Mujahid, ayat ini menyatakan beratnya kesulitan mengandung anak. Sedangkan Qatadah berkata, keberatan demi keberatan. Sementara Atha’ al-Khurasani mengatakan, kelemahan demi kelemahan. Wahai Rabb-ku, kasihanilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik (memelihara)-ku waktu kecil. – QS. Al-Israa’: 24 Seorang ibu, selain mengandung anaknya, juga melahirkan, dan menyusuinya hingga dua tahun. Setelah menyapihnya, seorang ibu dan bapaknya harus bersusah payah memelihara dan mendidiknya. Dalam pengasuhan anak tersebut, kedua orang tua terutama sang ibu telah berbuat kelelahan dan kesulitan yang tiada tara. Mereka bergadang pada malam harinya, dan siangnya tidak tidur demi anaknya. Nasihat Luqman kepada anaknya ini mengandung hikmah agar sang anak dapat mengingat kebaikan kedua orang tuanya, terutama kepada ibu yang mengandungnya. Seorang anak hendaknya dapat mengucapkan, “Wahai Rabb-ku, kasihanilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik (memelihara)-ku waktu kecil,” (QS. Al-Israa’: 24). Untuk itu, Allah SWT berfirman, “… Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu,” (QS. Luqman: 14). Mematuhi kedua orang tua selagi dalam kebaikan, seorang anak tetap wajib berbakti, sedangkan bila perintah kedua orang tua yang menyalahi ketentuan syariat atau menuju kemaksiatan, seorang anak tidak wajib mematuhinya, namun tetap berbuat baik kepada keduanya. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Nasihat Luqman (1): Jangan Menyekutukan Allah