SUMATRALINK.ID – Siapa yang tak kenal Umar bin Khotob Rodhiyallahuanhu (ra), khalifah kedua setelah Abubakar Ash-Siddiq ra? Ia dikenal tegas dan juga keras terhadap musuh-musuh Islam dan berkasih sayang kepada sesama kaum muslimin. Berikut nasihat Umar bin Khotob ra kepada kaum muslimin. Dari Abu Bahr Al-Ahnaf ibnu Qays ra, sahabat Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) yang menjadi komandan Muslim, yang juga hidup di zaman Umar bin Khotob ra. Umar berkata kepada Al-Ahnaf: “Wahai Ahnaf! Siapa yang banyak tertawa, akan sedikit kebesarannya. Siapa yang suka bergurau, maka ia akan diremehkan. Siapa yang berlebihan terhadap suatu perkara, maka ia akan diajari. “Dan siapa yang banyak bicara, akan banyak kesalahannya. Siapa yang banyak kesalahannya, akan sedikit rasa malunya. Siapa yang sedikit rasa malunya, sedikit pula kesalehannya. Siapa yang sedikit kesalehannya, maka hatinya telah mati.” Sedangkan dari Wadi’ah Al-Anshari ra, sahabat Nabi SAW, pernah mendengar Umar bin Khotob ra memberi nasehat kepada seseorang yakni: “Jangan mengatakan sesuatu yang tidak kamu mengerti. Kenalilah musuhmu. Berhati-hatilah dari temanmu, kecuali yang dapat dipercaya. Orang yang dapat dipercaya adalah dia yang takut kepada Allah. ”Janganlah engkau berjalan beriringan bersama orang jahat, sehingga ia akan menularkan kejahatannya kepadamu. Janganlah engkau memberitahukan suatu rahasia kepada orang seperti itu. Dan jangan pernah engkau membicarakan urusanmu kecuali kepada orang yang benar-benar takut kepada Allah SWT.” Beberapa nasihat penting Umar kepada kaum muslimin melalui dua sahabatnya ini dapat menyelamatkan manusia (umat) dari kebiasaan (perilaku) tidak baik, dan juga membawa kemaslahatan hidup seseorang ketika memegang amanah untuk umat. Betapa masih banyak sebagian kita yang lupa akan perilaku atau kebiasaan sehari-hari yang berdampak buruk, seperti banyak tertawa, banyak bersenda gurau, banyak bicara, dan tidak punya rasa malu, dan sikap berlebihan dalam hidup. Nasihat Umar terpenting lagi ketika seseorang mendapat amanah baik sebagai pemimpin umat atau pemimpin suatu kelompok orang. Umar mewanti-wanti agar waspada terhadap teman, kecuali yang dapat dipercaya dan takut kepada Allah SWT. Bagaimana mau menjadi kawan, bila ia sendiri tidak taat kepada Allah SWT penciptanya? Larangan untuk berkawan dengan orang jahat, sangat jelas karena sedikit banyak kejahatannya akan menular dan lama kelamaan akan menjadi orang jahat. Larangan untuk membocorkan rahasia kepada orang lain, karena akan berdampak buruk dalam lingkungan pergaualannya. Sebagai seorang pemimpin, hendaknya tidak memberikan urusan atau pekerjaan kepada orang lain yang tidak amanah dan juga tidak takut kepada Allah SWT. Untuk mengetahui orang tersebut amanah atau tidak, dapat dilihat dari rasa takutnya kepada Allah SWT. Semoga nasihat Umar bin Khotob ra yang disampaikan kedua sahabatnya ini dapat dipetik hikmahnya bagi kaum muslimin secara umum. Nasihat ini dapat diaplikasikan pada kehidupan nyata baik pada perilaku diri sendiri maupun ketika menjadi seorang pemimin. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Sandarkan Kesulitan Apapun kepada Allah SWT Kontemplasi di Ujung Ramadhan