Masihkah Pantai Sukaraja Terkotor di Indonesia?

SumatraLink.id (REPUBLIKA NETWORK) – Masih ingat relawan Pandawara Group mengajak 3.500-an warga membersihkan sampah plastik yang menumpuk di Pantai Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandar Lampung, pada 10 Juli 2023? Setahun lebih aktivitas gotong royong berlalu, sampah domestik plastik itu belum juga menghilang dari pantai dalam kota itu.
Dalam akun IG-nya, Pandawara Group pernah menyatakan, Pantai Sukaraja yang berada di ibukota Provinsi Lampung terkotor nomor dua di Indonesia. Semua petinggi Pemkot Kota Bandar Lampung dan Pemprov Lampung gerah dengan pernyataan tersebut. Sehari sebelum aktivis Pandarawa Group dan warga mengajak bergotong royong membersihkan sampah, aparat bergegas mengangkut sampah di pesisir kampung nelayan payang tersebut.
Lantaran sampah plastik yang telah menumpuk lebih dari dua puluhan tahun tersebut, tak mampu “dihilangkan” dalam sehari, hanya sekedar untuk “menutup muka" malu karena kehadiran “orang luar” Lampung yang mulai peduli. Akhirnya, pada Senin (10/7/2023), guyub warga dan aparat termasuk kepala daerah turun ke Pantai Sukaraja mengangkut sampah.
Relawan Pandawara Group telah berkeliling ke daerah lain untuk melanjutkan program bersih-bersih sampah, namun ironisnya Pantai Sukaraja yang tadinya digagas agar tidak lagi ada sampah plastik, justru saat ini masih menumpuk dan mengganggu aktivitas nelayan payang di kampung Sukaraja.
Pantai Sukaraja yang tadinya berhasil terangkut puluhan ton sampah, saat ini tampak seperti sebelumnya. Hari demi hari, sampah-sampah plastik masih berdatangan dan ‘berkeliaran’ di berbagai tempat merusak pemandangan pantai yang seharusnya menjadi destinasi wisata bahari Kota Bandar Lampung, bila dikelola dengan baik. Tentunya, tanpa sampah plastik.
Pemantauan SumatraLink.id di Pantai Sukaraja, beberapa hari lalu, aktivitas nelayan payang menjaring ikan di tengah laut masih terganggu dengan sampah plastik yang masih bertebaran. Sampah-sampah plastik ini masih menumpuk di bibir pantai tak berbeda jauh kondisinya sebelum dibersihkan relawan Pandarawa Group dan warga setahun lebih lalu.
Nelayan payang di kampung Sukaraja memandang aktivitas membersihkan sampah masih sebatas formalitas sesaat, tidak berkelanjutan. Sampah-sampah plastik yang baru dapat terlihat jelas berdatangan dari laut saat hujan turun. Sampah domestik rumah tangga dan pabrik dari pemukiman kota dan juga dari tengah laut merapat ke pesisir Teluk Lampung.
“Kalau hanya sehari atau sesaat, tak bakalan bersih sampah plastik di sini. Sampah disini sudah menumpuk puluhan tahun, ditambah sampah yang baru datang,” kata Herwan, warga Sukaraja berprofesi nelayan payang, beberapa waktu lalu.