SENIN pagi hari ini (16/2/2026), sekira pukul 8.30 wib, seperti biasa saya membuka WA Grup Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung. Saya seakan tak percaya ketika membaca sebuah pesan yang menginformasikan sahabat dekat saya: H. Syamsul Bahri Nasution tutup usia, Minggu malam, pukul 23.15 WIB di RS. Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Pagi itu juga saya bergegas langsung menuju rumah duka, di sebelah Terminal Induk Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Di rumah duka sudah cukup ramai, sahabat dan handai tolan yang melayat, termasuk sejumlah wartawan senior Lampung. “Bang Syamsul Sabtu pagi masih sempat memimpin rapat,” ujar salah seorang wartawan yunior Lampung TV. “Tetapi, itulah usia, hanya Allah Yang Maha Mengetahui,” katanya dengan mata berkaca-kaca. H. Syamsul B Nasution bin H. Burhanudin Nasution adalah Owner Lampung TV Corner. Almarhum salah satu sahabat terbaik saya dijagat pers Lampung. Beliau sebelumnya Redaktur Pelaksana (Redpel) Surat Kabar Tertua di Lampung Harian Umum LAMPUNG POST (manajemen PT Surya Persindo pimpinan Surya Paloh). Saya bersaksi, kau adalah orang baik yang kerap memberikan edukasi ilmu jurnalistik kepada yunior-yuniormu. – Darwin Ruslinur Saya sendiri ketika itu sebagai Wartawan Harian Umum Suara Karya yang juga mantan wartawan Lampung Post. Kami berdua ketika itu kerap selalu berkomunikasi, untuk membicarakan banyak hal seputar tugas-tugas jurnalistik. Bahkan, persahabatan kami makin erat ketika saya dipercaya oleh PWI Lampung sebagai penulis buku Sejarah Pers Lampung: TITIAN PERS LAMPUNG, Etos Perjuangan di Tanah Tapis yang terbit tahun 1996 silam. Saya tidak sendiri, tim penulis terdiri dari tiga wartawan, selain saya juga wartawan Sriwijaya Post Ariansyah dan wartawan ANTARA (Alm) Haidir F Gani. Sementara, sahabat saya (Alm) Syamsul B Nasution yang ketika itu menjabat Redpel Lampung Post sebagai Tim Pengumpul Data bersama teman-teman wartawan lainnya seperti Bahtiar Amran (Kompas). Kami selalu bersama dalam suka dan duka dan kini kau kembali kepangkuan Sang Khalik. Almarhum Syamsul B Nasution dimakamkan pada Senin siang ba’da Shalat Zhuhur tadi di TPU (Beringin Raya) Kemiling, Bandar lampung. Saya bersaksi, kau adalah orang baik yang kerap memberikan edukasi ilmu jurnalistik kepada yunior-yuniormu. Selamat jalan sahabat. Semoga Allah SWT memberikanmu tempat tertinggi di Jannah-Nya. Aamiiin Ya Robbal Alamin… (*) Penulis: Darwin Ruslinur (Wartawan Senior di Lampung) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Hujan Guyur Pringsewu, Rumah Warga dan Jalan Lintas Barat Banjir 5.250 Benih Sawit Ilegal Berkedok Parsel Diamankan