KA Ekonomi Rajabasa rute Lampung – Palembang. (Foto: SumatraLink.id/Mursalin Yasland) SumatraLink.id (REPUBLIKA NETWORK) – Bagi warga Pulau Jawa atau Sumatra, ingin ke Kota Palembang (Sumatra Selatan) dari Kota Bandar Lampung (Lampung) atau sebaliknya dengan tarif murah? Nah, coba naik kereta api saja hanya Rp 32.000 per penumpang. Tapi, pada musim liburan sekolah atau libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya tiket kereta habis terpesan. Kereta Api (KA) Ekonomi Rajabasa I dan II melayani rute Stasiun Kertapati (Palembang) – Stasiun Tanjungkarang (Bandar Lampung). Hanya ada satu rangkaian kereta saja yang berangkat pada pagi hari dan tiba petang hari. Sedangkan rangkaian KA Limeks Sriwijaya yang berangkat malam hari tiba pagi hari sudah tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19. Calon penumpang dapat memesan tiket KA Rajabasa baik yang berangkat ke Palembang atau sebaliknya menggunakan aplikasi. Pemesanan dibatasi maksimal 90 hari sebelum keberangkatan dengan harga tiket Rp 32.000 ditambah biaya pemesanan. KA Rajabasa memiliki lima gerbong penumpang ditambah gerbong restorasi dan lokomotif. Meski kelas ekonomi, setiap gerbong dilengkapi dengan pendingin udara atau air conditioner (AC) dan toilet yang lengkap dengan peralatannya, termasuk tempat sampah. Penumpang dapat memesan makanan dan minuman di gerbong restorasi atau melalui jasa petugas yang berkeliling ke lima gerbong. Para calon penumpang harap telah tiba di Stasiun Tanjungkarang atau Stasiun Kertapati paling tidak sejam sebelumnya untuk mencetak tiket di stasiun. Sebelum masuk ruang tunggu keberangkatan, penumpang harus memperlihatkan KTP atau KK dan tiket cetak. Suasana di ruang tunggu Stasiun Kertapati, Palembang. (Foto: SumatraLink.id/Mursalin Yasland) Menurut Arif, petugas Polisi Khusus KA (Polsuska) Stasiun Tanjungkarang, penumpang yang kedapatan merokok di dalam kereta, akan menindak tegas dengan sanksi menurunkan penumpang yang bersangkutan di stasiun berikutnya. “Tidak ada toleransi lagi kalau penumpang kedapatan merokok dalam kereta atau di toilet. Kami turunkan langsung dari kereta di stasiun berikutnya,” kata Arif, petugas Polsuska. Ia mengatakan, tidak saja di dalam gerbong kereta dilarang merokok. Larangan mengisap cerutu juga tidak diperbolehkan di lingkungan stasiun baik di ruang tunggu, tempat sholat, maupun di toilet. “Semua tempat sudah ada tanda larangan merokok,” katanya. Suasana dalam KA Ekonomi Rajabasa yang ber-AC. (Foto: SumatraLink.id/Mursalin Yasland) KA Ekonomi Rajabasa berangkat dari stasiun baik Kertapati maupun Tanjungkarang tepat waktu pukul 8.30. Sedangkan kereta tiba di stasiun tujuan dengan lama perjalanan sekira 10 jam atau tiba pukul 18.15. Setiap stasiun besar kereta akan berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Dalam perjalanan, KA Rajabasa I dan II baik yang berangkat dari Kertapati maupun Tanjungkarang akan berlintasan di Stasiun Baturaja (Sumatra Selatan) sekira pukul 13.00 atau 14.00. Pada pemberhentian pertengahan ini, banyak penumpang yang naik dan turun untuk melanjutkan perjalanan. Stasiun Baturaja, Sumatra Selatan, tempat pertemuan KA dari Palembang dan Lampung. (Foto: SumatraLink.id/Mursalin Yasland) Di Stasiun Baturaja ini, biasanya banyak penumpang turun kereta untuk membeli nasi bungkus atau makanan ringan lainnya. “Kalau saya sudah siap-siap kalau kereta sudah mau berhenti di Stasiun Baturaja untuk beli nasi,” kata Rudi, pelanggan KA Rajabasa warga Tanjungkarang, Bandar Lampung. Menurut dia, petugas memberikan toleransi sebelum melanjutkan keberangkatan sekira 10 sampai 15 menit saja. Penumpang yang turun ke stasiun harus sudah masuk kereta lagi kalau tidak mau ketinggalan kereta. Selain membeli makanan dan minuman, penumpang khususnya lelaki juga banyak yang turun hanya untuk merokok di area merokok stasiun. “Biasanya ada tanda bunyi peluit dari petugas dan sirene kereta tanda kereta mau berangkat,” ujar Rudi, wiraswasta di Bandar Lampung. Bagi yang mau ke Palembang, kereta tiba di Stasiun Kertapati pada waktu Maghrib. Hal sama juga bagi yang mau ke Lampung tiba di Stasiun Tanjungkarang pada petang hari. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan lain menggunakan taksi online yang berada di depan stasiun, atau menggunakan angkutan dalam kota. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Sungai Sidang, Desa Kaya di Kabupaten Mesuji Teh Bunga Telang Dapat Atasi Demam hingga Diabetes