Lukisan Sultan Machmud Badaruddin II di Palembang. (Foto: Sumatralink.id/Mursalin Yasland)

SUMATRALINK.ID, PALEMBANG – Dua sosok pahlawan nasional Sumatra Selatan (Sumsel) yakni  Sultan Mahmud Badaruddin II dan Mayjen TNI Purnawirawan Dr AK Gani menjadi tokoh pilihan dalam Lomba Lukis dan Mewarnai yang digelar Sewarnarupa Galeri di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, pada 30 Juni 2025.

Lewat goresan di kertas dan kanvas, Sewarnarupa Galeri bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Dinas Kebudayaan Kota Palembang, memunculkan kedua pahlawan ternama pada era ini, setidaknya dapat membangkitkan kembali kecintaan generiasi muda terhadap sejarah bangsa, jiwa patriotisme, dan kebanggaan terhadap pahlawan kemerdekaan nasional dan budaya lokal.

“Kegiatan ini bukan saja menjadi ajang berekspresi bagi anak-anak, remaja dan dewasa di bidang seni lukis, tetapi sebagai medium edukasi budaya dan sejarah yang membentuk karakter dan kebanggaan akan semangat kepahlawanan,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Taufan Arifin dalam keterangan persnya yang diterima SumatraLink.id (REPUBLIKA NETWORK), Ahad (22/6/2025).

Ia mengatakan, melalui kuas, kertas, kanvas, dan warna, peserta diajak untuk menelusuri jejak perjuangan dan dedikasi dua tokoh besar yang telah mengukir nama Sumsel dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Sultan Mahmud Badaruddin II, pimpinan Kesultanan Palembang Darussalam yang menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme Belanda di abad ke-19. Namanya abadi sebagai nama bandar udara internasional dan museum di Kota Palembang, Sumsel. Semangatnya terus menyala dalam setiap denyut seni dan budaya Palembang.

Mayjen TNI Purnawirawan Dr AK Gani merupakan tokoh pergerakan nasional, sekaligus tokoh intelektual dan diplomat yang juga dikenal sebagai salah seorang tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Palembang. Ia juga dikenal peletak dasar pembangunan di awal republik Indonesia.

Taufan Arifin mengatakn, pelaksaan lomba ini terbagi dalam dua kategori, yakni kategori “Melukis” dan “Mewarnai”. Kategori melukis untuk usia 16 tahun ke atas (pelajar SMA, mahasiswa, dan Umum), sedangkan kategori mewarnai untuk kelompok usia 6-15 tahun ( pelajar SD dan SMP).

Ia mengatakan, kegiatan ini pun tak sekedar kompetisi seni lukis, tapi juga sebuah ruang perenungan, bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengetahui, memahami, menyerap nilai perjuangan dari pahlawan lokal, lalu mengekspresikannya melalui medium visual yang kreatif.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap para peserta dan masyarakat luas tidak hanya mencintai seni, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dan semangat patriotisme dari pahlawan kebanggaan Sumsel yang di ekspresikan dalam lembaran kertas dan kanvas.

“Setiap goresan garis dan warna serta teknik yang diterapkan, diharapkan akan menanamkan kebanggaan terhadap tanah kelahiran, terhadap Palembang, dan terhadap Sumatra Selatan yang kaya akan tokoh-tokoh inspiratif,” kata Taufan. (Emye)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *