Menu MBG di SDN 3 Sindang Sari, Lampung Utara, busuk dan basi. (Foto: Tangkapan Video).

SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Terjadi kasus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kotabumi Kota, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, tidak layak makan. Terdapat belasan anak SD mengalami keracunan seperti sakit perut dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi MBG tersebut.

Kepala Sekolah SDN 3 Sindang Sari, Ida Yulia Mega membenarkan, terdapat menu makanan Program MBG yang diterima pihak sekolah tidak layak dikonsumsi manusia, terutama anak SD. Hal semacam ini, menurut dia, bukan pertama kali, tapi sudah sering.

“Ada belasan anak yang sakit perut dan muntah-muntah. Gara-gara makanan MBG itu,” kata Kepsek SDN 3 Sindang Sari, Ida Yulia Mega saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/1/2025).

Sebelumnya sempat viral, tayangan video Kepsek SDN 3 Sindang Sari bersama guru dan anak didiknya menyaksikan menu MBG yang tidak layak dikosumsi manusia. Ida dalam tayangan video tersebut memperlihatkan menu bacem, dan sayurannya, termasuk buah anggur yang telah busuk.

Ida meminta kasus MBG seperti ini sampai kepada Presiden Prabowo, karena bila hal ini masih dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti, maka akan semakin banyak korban terutama anak-anak SD yang mengalami keracunan, karena tidak ada sanksi tegas kepada penyelenggara MBG.

“Jangan sampai terulang lagi, karena banyak anak murid yang akan jadi korban. Mohon ditindaklanjuti, jangan sampai ini terulang lagi, bukan saja di sekolah saya, tapi banyak sekolah lain,” kata Ida Yulia Mega.

Ia mengatakan, kejadian semacam ini sudah sering berulang, pihak sekolah sudah menindaklanjuti kasus seperti ini kepada pihak SPPG, penyedia layanan MBG di sekolahnya. Namun, ia mengakui pengaduan yang disampaikan pihak sekolah tidak ada respon dan tindak lanjutnya, hingga kejadian ini berulang.

Berdasarkan data dan keterangan yang diperoleh Sumatralink.id, Selasa (13/1/2025), kasus menu MBG yang busuk ini telah menelan korban sebanyak 11 orang anak SD. Gejalanya yakni sakit perut, muntah-muntah, dan diare. Kejadian yang menimpa anak SD ini berdasarkan laporang dari orangtua murid kepada pihak sekolah.

Keterangan pihak Dapur SPPG, salah seorang pengelola menyatakan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pihak SPPG akan menindaklanjuti kejadian tersebut dan mengevaluasi kepada pekerja di dapur SPPG. (Emye)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *