SUMATRALINK.ID – Gema lantunan takbir menyelinap di berbagai ruang dan waktu. Tanda tamu istimewa (Ramadhan) itu telah pergi. Malam seribu bulan pun takkan ada lagi. Sajadah panjang yang membentang kembali digulung dan disimpan.

Tak terdengar lagi nafas tilawah jamaah dan teriakan anak kecil ketika tarawih. Wadah silaturrahmi bernama buka bersama luput dari tradisi. Shaf-shaf yang rapat mulai lengang. Semua kembali kepada ‘setelan pabrik’.

Vibes Ramadhan sebulan penuh lambat laun juga pudar. Hanya ‘orang-orang’ tertentu (pilihan) yang masih menghidupkan vibes Ramadhan pada 11 bulan berikutnya. (Semoga kita termasuk di dalamnya).

Tak ada kata lelah dan letih, roda kehidupan kembali harus diputar. Hiruk pikuk duniawi kembali menggoda hawa nafsu kita. Kita kembali pada jiwa-jiwa yang transisi yang pasti akan menuju alam kehidupan lain nantinya.

Sepatutnya nuansa Ramadhan mengisi relung-relung hati kita menjejaki bulan-bulan berikutnya. Kita tidak tahu, apakah ramadhan tahun ini yang terakhir, atau kita akan bertemu Ramadhan tahun depan? Wallahua’lam bishawab.

Bila Ramadhan tahun ini diisi dengan hal berfaedah, tentu akan berbekas pada 11 bulan berikutnya. Atau sebaliknya. Semua tak mau puasa sebulan penuh ganjarannya lapar dan dahaga saja.

Selamat jalan Ramadhan, kami melepasmu dengan lantunan syahdu Takbir, Tahmid, dan Tasbih, hanya untuk meng-Agung-kan Allah Subhanahuwata’ala.

Masihkah debu-debu keduniawian masih melekat di sela-sela hati kita? Padahal pintu-pintu surga orang berpuasa terbuka lebar. Semoga Ramadhan tahun ini menerbangkan debu-debu yang memburamkan niat baik kita.

Kuncinya; istiqomah. Tapi, memang berat menjalaninya. Tantangan, cobaan, dan ujian di dunia selalu hadir hingga ajal menjemput. Dalam agama, solusinya: konsistensi mengadapinya dengan shalat dan sabar.

Selamat jalan Ramadhan, kami melepasmu dengan lantunan syahdu Takbir, Tahmid, dan Tasbih, hanya untuk meng-Agung-kan Allah Subhanahuwata’ala.

Kami makhluk yang dhoif, yang tiada upaya selain meminta pertolongan-Mu, ampuni kami, terimalah amal ibadah kami. Pertemukan kami lagi Ramadhan tahun depan ya Allah. Wallahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *