SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Sebagian besar wilayah Kota Bandar Lampung terendam banjir, Selasa (14/4/2026) malam. Hujan deras yang mengguyur petang hari, belum reda hingga malamnya. Seorang warga meninggal dunia karena tenggalam arus banjir. Berdasarkan laporan yang diterima, Selama malam, wilayah banjir yang mencapai 1,5 meter atau separuh badan orang dewasa berada di kawasan Kalibalok, Jagabaya, Wayhalim, Sukaraja, Waykandis, Panjang. Sedangkan wilayah yang terendam banjir hingga selutut orang dewasa berada di perempatan Lampu Merah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Lampung, Garuntang, Kaliawi, Sukarame, dan Telukbetung. Selain badan jalan terendam, air juga masuk dalam rumah penduduk. Tinggi air di jalanan mencapai 50 cm sampai 70 cm. Arus kendaraan seperti motor tidak dapat melintas, karena badan jalan banjir, dan khawatir banyak lubang tertutup air. Dewi Melani (34 tahun), warga RT 06 LK1, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung meninggal dunia. Rumah korban yang berdekatan dengan aliran sungai, terjadi tanggul setinggi tiga meter jebol, menyebabkan korban tak dapat menyelamatkan diri, dan tenggelam terbawa arus banjir. Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto mengatakan, rumah korban persis berada dekat aliran sungai. Saat terjadi tanggung jebol, rumah korban tersapu arus banjir. “Korban terjebak dalam rumah,” kata Budi Ardiyanto. Sedangkan rumah-rumah warga yang terendam banjir terpaksa memindahkan perabotan dalam rumah ke tempat tinggi. Air berangsur surut menjelang Rabu (15/4/2026) Subuh. “Sekarang Balam (Bandar Lampung) parah ya banjirnya, dulu 2009 saya di Balam, titik banjir paling cuma di lampu merah abdul muluk sama depan CP (Central Plaza, dulu Arthomoro) saja!” kata Komang Arthane, warga Bandar Lampung, Rabu (15/4/2026). Warga lain menilai, persoalan banjir di Kota Bandar Lampung tidak hanya sekedar saling menyalahkan. Akan tetapi, pemerintah kota membuat rencana dan bekerja maksimal untuk mengetahui penyebab banjir dan mengatasinya segera mungkin. “Maaf seribu maaf nih bukan mau bela siapa coba lah di renungin sendiri aslinya yg bikin banjir itu kita sendiri karna apa aliran air bnyak yg kena cor udh ilang nya parit2, coba kalo parit2 nya enggk pada di cor pada enggk pelit bikin aliran air. Terus giliran ada aliran air buang sampah padah sembarangan jadi mampet lah itu aliran air dan ujung2 ny siapa yg salah pemerintah lagi bukan saya membela pemerintah biar kita semua sama2 menjaga nya,” tulis Mila Sari dalam akun media sosialnya. Sedangkan warga yang mendiami kawasan rawan banjir juga tidak hanya mengandalkan pihak pemerintah semata, akan tetapi menjaga lingkungan masing-masing agar saluran air tidak mampet dengan membuang sampah sembarang atau drainase berubah jadi bangunan. (Emye) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Iran Batasi Kapal Lewat Selat Hormuz, Potensi Biaya Rp34,2 M Kocok Bekem PNBP Tambang Nikel, Ketua Ombudsman Ditangkap