Anak Harimau Sumatra.Anak Harimau Sumatra. (Foto: Dok. Kemenhut)

SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Dua individu anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa “Lembah Hijau”, Bandar Lampung, 14 Februari 2026. Kedua anak harimau tersebut hasil perkawinan Kyai Batua (harimau jantan) dan Sinta (betina).

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi mengatakan, Kyai Batua dan Sinta, keduanya merupakan satwa hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar.

“Keberhasilan ini menjadi catatan penting sebagai kelahiran pertama Harimau Sumatra secara ex situ di Provinsi Lampung,” kata Ristianto Pribadi dalam keterangan persnya yang diterima, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, Kyai Batua diselamatkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pada 2-4 Juli 2019 di Dusun Baru Ampar, Desa Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

Penyelamatan Kyai Batua tersebut kondisinya terjerat, akibatnya terdapat luka serius pada kaki depan kanan, Kyai Batua harus menjalani tindakan amputasi pada 5 Juli 2019.

Sedangkan Sinta, diselamatkan dari Provinsi Bengkulu pada Desember 2024 dengan kondisi serupa, yaitu mengalami cedera berat akibat jerat pada saat dievakuasi ditemukan cacat pada kaki belakang kanan.

Perkawinan kedua individu tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV Tahun 2024/2025 yang dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

Dalam studbook Harimau Sumatra, Kyai Batua tercatat dengan nomor SB ID 1886 dan Sinta dengan nomor SB ID 1998. Berkat pengawasan dan pendamping yang ketat oleh tim medik veteriner Taman Satwa Lembah Hijau, diusia tiga bulan ini, anak harimau tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kelahiran dua individu Harimau Sumatra ini menjadi indikator positif keberhasilan pengelolaan konservasi ex situ, sekaligus memperkuat upaya pelestarian spesies yang saat ini menghadapi tekanan populasi di habitat alaminya.

Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin.

“Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi Harimau Sumatera. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat,” ujar Agung.

Ia mengatakan, keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya perlindungan satwa liar, khususnya dalam penanggulangan ancaman jerat dan perburuan ilegal yang masih terjadi. (*)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *