SUMATRALINK.ID – Sebagian besar penulis buku fiksi dan nonfiksi ketika mengajukan ke penerbit sering naskahnya ditolak. Beragam alasan penolakan yang intinya tidak laik jual, tidak menarik, tidak ada yang membaca, dan sebagainya. Ungkapan-ungkapan dari penerbit yang menolak — secara manusiawi — memang sangat menyakitkan bagi penulis yang sudah bersusah payah menyusun naskahnya. Siang malam meluangkan waktu untuk naskah bukunya, berakhir dengan kekecewaan. Tapi, penolakan naskah dari penerbit sebagian tidak membuat penulis berkecil hati, bermuran durja. Justru penulis buku yang ditolak semakin semangat dan semakin aktif mengeksplor peluang naskah bukunya agar terbit. Baca juga: Limun Sarsaparillah, Bertahan di Tengah Minuman Moderen Seperti kisah yang dilansir Paul Harjojudanto dalam bukunya Nyata-Nyata Fakta (2009), seorang penerbit Hollywood pernah menuliskan pesan penolakan di atas sebuah naskah, yang akhirnya terbit juga menjadi Novel berjudul Gone with The Wind (GWTW). Novel GWTW ini akhirnya memecahkan rekor dalam sejarah penerbitan dunia, karena terjual sebanyak 50 ribu eksemlar dalam tempo satu hari. Tak hanya itu, naskah buku yang pernah ditolak penerbit ini, sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa dan kemudian diangkat dalam film paling populer kala itu. Baca juga: Radio Cawang Terinspirasi Pidato Sukarno Seorang penulis naskah cerita Chicken Soup for Soul (CSFS) pernah mengajukan naskahnya ke 33 penerbit. Tapi, apa hasilnya? Puluhan penerbit tersebut menolak keras hasil karyanya. Alasan penerbit, rata-rata editornya menilai cerita serial dalam naskah tersebut tidak laku dijual. Penulis CSFS tak berkecil hati, meski 33 penerbit menolak naskahnya. Menjelang tahun 1998 silam, penulis CSFA, cerita serial tersebut akhirnya terbit juga. Buku cerita CSFA tersebut laku terjual lebih dari 30 juta eksemplar di seluruh dunia dan sudah diterbitkan dalam 30 bahasa. Baca juga: Asamnya Belimbing Wuluh Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh Pengalaman penulis lain, ketika Billi menawarkan naskah buku berjudul Dare to Fail (DTF) kepada penerbit pada tahun 1996. Tapi, penerbit menolak naskahnya. “Anda bukan Dale Carnegie atau Norman Vincent Peale (penulis motivasi). Siapa yang mau baca buku Anda?” kata Editor penerbit yang menolaknya. Tapi, apa yang terjadi? Billi tak putus asa. Ia akhirnya menerbitkan buku DTF dan diterima pembaca bahkan sudah diterjemahkan dalam tujuh bahasa. “Ditolak tidak berarti sudah kiamat. Penolakan hanyalah soal beda pendapat,” kata Billi, penulis DTF. Lain lagi dengan Richard Hooker yang membuat naskah novel MASH. Novel ini bercerita jenaka perang. Naskah novelnya ia ajukan ke 21 penerbit, namun semuanya menolak. Berkat gigih sang penulis, akhirnya cerita novel jenaka perang tersebut diangkat dalam film serial televisi yang populer dan sukses di masanya. Akhirnya sang penulis aktif menulis ratusan novel kobi dengan oplah lebih dari 200 juta eksemplar. Dari pengalaman tersebut, sudah sepantasnya penulis pemula dan amatir yang naskah bukunya pernah ditolak bahkan diabaikan penerbit untuk tidak berkecil hati apalagi berputus asa. Semua akan ada hikmahnya bagi penulis ke depan, seperti kisah beberapa penulis yang sukses tadi. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Limun Sarsaparilla, Bertahan di Tengah Minuman Moderen