Peti Mayat.Ilustrasi: Penemuan tiga peti jenazah. (Foto: AI/Sumatralink.id)

SUMATRALINK.ID – Sesosok mayat yang diawetkan tampak utuh dan masih basah saat ditemukan manusia dalam peti di perbukitan negeri Cina pada tahun 1972. Peti yang berisi mayat perempuan tersebut diperkirakan sudah terkubur 2.150 tahun.

Dalam pameran di Museum Changsha, Provinsi Hunan, Cina, mayat tersebut bernama Sinzui. Kondisi tubuh yang awetkan dengan teknologi tinggi tim ahli Cina, berkulit putih pucat, mata tertutup, lidah terjulur, dan berambut hitam dengan tinggi 158 cm.

Saat ditemukan, peti tersebut ditanam dengan kedalaman 20 meter di kawasan perbukitan Mantu, Changsha. Ukuran peti panjang 5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 2 meter.

Kala ditemukan, terdapat tiga peti mayat. Selain mayat perempuan tadi, juga terdapat dua peti lagi dengan mayat laki-laki berusia 58 tahun dan 30 tahun. Namun, jasad laki-laki dalam dua peti tersebut tidak dipamerkan di museum tersebut.

Baca juga: Naskah yang Ditolak Penerbit Berujung Laku Keras

Paul Harjojudanto dalam bukunya Nyata-nyata Fakta (2009) menyatakan, penemuan tiga peti tersebut berawal dari perintah pemimpin Cina. Saat itu, rakyat di Changsha menggali lubang besar untuk berlindung bila terjadi perang.

Ketika rakyat menggali di perbukitan Maantui, dengan kedalaman 20 meter ditemukan ketiga peti kayu berukuran besar tadi, dan setelah dibuka berisi masing-masing satu mayat.

Tak hanya mayat, dalam peti yang berusia sejak 2.100 tahun lalu, juga tersimpan aneka barang yang masih utuh, warnanya tidak berubah atau memudar.

Baca juga: Limun Sarsaparillah, Bertahan di Tengah Minuman Moderen

Pemerintah Cina menurunkan tim ahli untuk membongkar dan menyelamatkan tiga peti kayu dan seluruh isinya, termasuk tiga mayat di dalamnya. Tim dokter ahli, yang melakukan pembedahan menyatakan, mayat itu utuh dan basah tanpa rusak, meski terkubur 2.100 tahun.

Setelah dibedah, mayat itu diawetkan dengan teknologi tinggi untuk selanjutnya disimpan di Museum Changsha, yang dibangun untuk menyelamatkan, menyimpan, dan memamerkan temuan itu. Tujuannya, untuk mengetahui kehidupan warga Cina pada 2.100 tahun lalu.

Sedangkan aneka barang yang tersimpan juga dalam peti diantaranya benda kuno bersejarah tinggi. Terdapat puluhan guci berukuran besar dan kecil, aneka tulang belulang binatang, mata uang logam bulat dan petak dari bambu.

Terdapat juga alat masak dari kayu dan logam, sendok logam, dan kayu berukuran besar, piring dan gelas dari logam dan kayu. Selain itu, terdapat puluhan patung manusia dari tanah liat dan kayu, senjata kuno berupa anak panah dan busurnya, pedang kuno sepanjang 1,5 meter, dan aneka senjata tajam.

Baca juga: Radio Cawang Terinspirasi Pidato Sukarno

Dalam peti terdapat relief tanah liat bergambar puluhan orang yang hidup di zamanya. Ada alat penumbuk padi, alat musik kecapi, gita kuno, belasan seruling, angklung kayu, tikar, alat permainan seperti catur kuno.

Tak hanya itu, dalam tiga peti tersebut terdapat juga surat catatan kejadian pada 2.100 tahun lalu, nama pemimpin mereka, puluhan kitab Cina kuno, puluhan lukisan bunga, belasan kain sutra, dan baju kuno Cina. Ada juga ikat pinggang, selendang, kaos kaki, sepatu, dan celana. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *