SUMATRALINK.ID – Salah satu dari lima shalat wajib yang masih diperselisihkan ulama dan umat yakni Shalat Subuh. Bukan shalatnya yang dua rakaat, akan tetapi masalah menggunakan doa qunut atau tidak. Ulama berbeda pendapat soal qunut dan tidak qunut. Lalu, bagaimana umat menyikapi perbedaan pendapat para ulama tersebut, agar pelaksanaan shalat Subuh berjalan sebagaimana mestinya shalat-shalat lainnya? Dalam kajiannya, Ustadz Mujiman mengatakan, dalam hal ini ulama berbeda pendapat, maka hendaknya kita berlapang dada terhadap perbedaan pendapat yang ada. Baca juga: Fatimah, Anak Nabi SAW Tak Pernah Merasakan Lapar “Adapun kita memilih menguatkan pendapat bahwa Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam itu pernah qunut Subuh, ya. Tetapi, apakah Rasul SAW itu merutinkan (qunut Subuh), nah ini ulama berbeda pendapat,” kata Ustadz Mujiman yang dikutip dari akun FB @Kajian Ustadz Mujiman, Rabu (8/4/2026). Sehingga dalam masalah ini, kata Ustadz Mujiman, tidak mengapa. Menurut dia, kita didalam memilih pendapat kita memilih pendapat bahwasannya qunut Subuh itu tidak dirutinkan Nabi SAW. Baca juga: Seperiuk Daging dan Roti Tak Habis Disantap Ribuan Orang “Tetapi, kalau ada yang memilih dirutinkan, maka hendaknya kita berlapang dad,” ujar Ustadz Mujiman. Jadi, lanjut dia, terkait qunut itu memang ada dalam hal ini qunut (shalat) witir itu sunnah, untuk qunut nazhilah itu saat ada huru hara atau negara genting. Untuk qunut Subuh apakah Nabi SAW pernah (melakukannya)? “Pernah. Qunut Maghrib pernah, qunut Isya pernah, qunut shalat zhuhur pernah, hanya saja, kalau merutinkan qunut subuh, nah itu ulama beda pendapat,” katanya. Nah, terhadap perbedaan pendapat, “Hendaknya (umat) berlapang dada, begitu Allahua’lam bishawab,” ujarnya. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Fatimah, Anak Nabi SAW Tak Pernah Merasakan Lapar