Masjid sepiIlustrasi: Masjid mulai lengang di ujung Ramadhan. (Foto: Sumatralink.id/Mursalin Yasland)

SUMATRALINK.ID — Tak terasa, sudah masuk malam selikur (21). Artinya, Ramadhan segera berakhir. Sepuluh hari terakhir menuju 1 Syawal menjadi hari-hari yang menentukan setiap Muslim. Ibarat pertandingan seusai penyisihan masuk babak final.

Apakah dosa-dosa kita diampuni Allah Subhanahuwata’ala (SWT)? Apakah tujuan bepuasa seperti dalam Al Quran Surah Al Baqarah 183 menjadikan kita masuk golongan orang bertakwa? Wallahua’lam bishawab.

Fenomena di masyarakat selalu berulang setiap tahun. Kebiasaan awal malam Ramadhan masjid/mushalla membeludak, takmir masjid mulai berencana meluaskan rumah ibadahnya.

Memasuki pertengahan dan akhir Ramadhan, shaf-shaf masjid/mushalla ada ‘kemajuan’. Jamaah shalat (wajib) Isya dan Subuh merosot tajam, apalagi Shalat Tarawih plus Witir. Kemana kaburnya mereka?

Baca juga: Raja Najasyi Wafat, Rasulullah SAW Shalat Ghaib

Di malam-malam likuran, ada yang mengisinya dengan iktikaf di masjid. Di sisi lain, tidak sedikit yang pindah “iktikaf” ke mal dan pasar malam. Mereka menghabiskan malam likuran dengan berbeda maksud menjelang Lebaran.

Padahal, amal ibadah itu ditentukan ujungnya, bukan awal ataupun tengahnya. Seperti Sabda Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW);

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya,” (HR. Bukhari).

Memang manusia tidak ada yang sempurna, penuh dengan dosa setiap waktunya,  kecuali Rasulullah SAW yang maksum.

Kisah Dua Insan

Sebagai ilustrasi, pada zaman tabi’in ada seorang muadzin rajin beribadah dan mengumandangkan azan di menara.  Sesekali mau azan, ia melihat seorang perempuan. Ia turun dan mendekatinya. Singkat cerita, ia tertarik lalu mau menikahinya.

Sayangnya, keduanya beda agama. Perempuan itu beragama nashrani. Keluarga perempuan tidak setuju kalau tidak seagama. Akhirnya, sang muadzin demi seorang perempuan rela menjadi murtad.

Malam perkawinan, sang muadzin membetulkan genteng rumahnya. Tak terkira, kakinya terpeleset dan jatuh. Lalu, ia meninggal dunia dalam keadaan tidak beriman. Ujung hidup yang su’ul khotimah. Sungguh merugi sang muadzin itu!

Kisah lainnya, dari riwayat Abu Sa’id al-Khudri Rodhiyallahuanhu, Nabi Muhammad SAW bersabda;

Pada zaman dulu, (singkat ceritanya) ada seorang lelaki pembunuh 99 orang. Dia mau bertobat. Ia mencari orang alim untuk membimbingnya. Ditunjukkan seorang rahib.

Apa lacur sang rahib dibunuhnya, karena menyebut taubatnya tidak diterima. Genaplah ia membunuh 100 orang. Niat untuk bertobat masih terngiang. Ketemu seorang alim. Ia menyatakan telah membunuh 100 orang, apakah diterima taubatnya?

“Ya, tidak ada yang menghalangi orang bertaubat,” kata orang alim tersebut.

Pembunuh 100 orang tadi disuruhnya pergi menuju kampung hijrah, yang menyembah Allah Ta’ala, dan jangan pernah balik lagi ke kampung asalnya. Demi taubatnya, pergilah lelaki pembunuh ke negeri tersebut.

Takdir menjemputnya, ia meninggal dunia saat di tengah perjalanan taubatnya. Malaikat Rahmat dan Azab bertengkar. Malaikat Rahmat menyatakan, dia telah benar-benar menuju bertaubat. Sedangkan malaikat azab menyatakan, ia belum berbuat kebaikan sedikitpun.

Solusinya, kedua malaikat mengukur jarak tempuh lelaki pembunuh tersebut ke tempat taubatnya. Ternyata, jaraknya lebih dekat sedikit ke kampung taubatnya, dibandingkan dengang kampung asalnya. Selamatlah ia diujung hidupnya husnul khotimah. Sungguh beruntung, lelaki pembunuh tersebut!

Meraih Keberuntungan

Alangkah meruginya, kata ulama,  jika kita semangat beribadah di awal dan pertengahan, tetapi di ujungnya tidak meraih apa-apa, seperti yang dijanjikan Allah SWT tadi, diampuni dosa-dosa dan dimasukkan dalam golongan orang bertakwa.

Pada malam likuran di ujung Ramadhan ini, nasihat ulama, hendaknya berupaya meraih keberuntungan, bukan kerugian. Apalagi 10 malam hari terakhir Ramadhan terdapat satu malam — lailatul qodar— berlipat ganda pahala kebaikan setara 83 tahun lebih. Wallahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *