SUMATRALINK.ID – Berbicara kepada seseorang tidak pantas bila dilakukan dengan keras-keras atau nadanya meninggi tanpa adab. Nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya agar melembutkan suaranya. “Dan lembutkanlah suaramu!” (QS. Luqman: 19). Nasihat Luqman kepada anaknya agar melembutkan suara saat berbicara dengan seseorang apalagi kepada orang tua atau orang yang lebih tua darinya. Suara yang keras dan buruk hanya dimiliki keledai. Menurut Kitab karya Adil al-Ghiryani, nasihat Luqman ini apabila engkau berbicara, janganlah memaksa meninggikan suaramu karena suara yang paling keras dan buruk adalah suara keledai. Ketika mendengar suara keledai di malam hari, menurut Kitab Shohih al-Bukhori dan Shohih Muslim, agar membaca isti’adzah, yakni A’udzubillahi minasy syaitonirrojiim (aku berlindung kepada Allah SWT dari gangguan syaitan). Larangan tidak meninggikan suara atau mengeraskan intonasi suara ketika berbicara dengan orang lain menjadi kebaikan dan menolak keburukan. Ketika berbicara dengan orang lain, tidak perlu meninggikan suara atau keras. Bukankah pada saat bersin saja, disunnahkan untuk melirihkan suara dan menutup wajah. Ketika suara harus ditinggikan atau dikeraskan, seperti yang disunnahkan Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam yakni ketika suara azan dan menyeru pasukan untuk berperang. Larangan tidak meninggikan suara atau mengeraskan intonasi suara ketika berbicara dengan orang lain menjadi kebaikan dan menolak keburukan. Artinya kepada seorang anak berbicara kepada orang tua, orang yang lebih tua darinya, seorang murid kepada gurunya, atau anak kecil kepada kakaknya, dan seterusnya, hendaknya melirihkan suaranya. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Nasihat Luqman (4): Jangan Memalingkan Muka dan Berjalan karena Sombong