Danau Ranau Lumbok SeminungWarga Lumbok Seminung menebar jala ikan di Danau Ranau. (Foto: Sumatralink.id/Mursalin Yasland)

SUMATRALINK.ID – Matahari mulai menunduk, cahayanya kian menipis. Sebagian warga di tepian Danau Ranau, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Lampung mulai ke luar rumah menjelang petang hari.

Mereka menarik sampan yang tertambat seharian di tepian danau. Jala (jaring) ikan dan tangkul serta ember disiapkan. Seorang bapak melempar jala di paruh danau yang airnya terpantul sinar mentari dari balik Gunung Seminung.

Sejenak menunggu, ikan-ikan mulai terperangkap jaring. Beberapa warga bersegera menarik jala ke tepian danau. Sekumpulan ikan terjaring. Ada ikan mujair, ikan nila, dan jenis ikan tawar lainnya.

Baca juga: Mampir Sebentar di Rumah Singgah Sukarno

Ikan-ikan tersebut dikonsumsi hanya untuk keluarga masing-masing. Rata-rata penduduk di Lumbok Seminung bertani, berkebun dan berdagang. Sebagian mereka ada yang membuat keramba ikan di Danau Ranau untuk dijual.

Danau Ranau ini terbesar kedua setelah Danau Toba di Pulau Sumatra. Luasnya mencapai 128 km persegi. Letaknya berbatasan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan.

Keindahan Danau Ranau ini menambah eksotis dengan latar belakang Gunung Seminung. Tinggi gunung ini 1.881 meter di atas permukaan laut. Sejak lama, Danau Ranau menjadi obyek pariwisata alam yang menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri.

Selain melepas lelah menikmati pemandangan indah danau dan gunung, pengunjung juga dapat menginap di sana, dan menyaksikan hiburan malam di pinggir danau, dengan sajian menu makanan dan ikan bakar khasnya. (*)

Teks/Foto: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *