SUMATRALINK.ID, JEMBER – PTPN I (Persero) Regional 5 secara resmi memulai langkah strategis untuk memperluas imperium tembakau mereka ke pasar Eurasia dan Asia Timur. Raksasa perkebunan ini secara spesifik membidik Rusia dan Cina sebagai destinasi ekspor baru yang ditargetkan terealisasi penuh pada tahun 2026 mendatang. “Langkah ekspansi ini menjadi babak baru bagi komoditas emas hijau asal Jember untuk semakin mendominasi panggung cerutu internasional,” demikian keterangan pers Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo yang diterima, Jumat (15/5/2026). Ia mengatakan, korporasi saat ini tengah serius mengembangkan spesifikasi tembakau yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan pasar di Negeri Beruang Merah dan Negeri Tirai Bambu tersebut. Menurutnya, Rusia dan Cina memiliki tingkat konsumsi cerutu (cigar) yang sangat tinggi, sehingga menjadi ceruk pasar yang sangat menjanjikan di luar pasar tradisional mereka di Eropa. Selama ini, Subagiyo mengatakan, Tembakau Bawah Naungan produksi PTPN I Regional 5 memang telah menjadi primadona di pasar Benua Biru. Meski fokus pada ekspor, Subagiyo menekankan pihaknya tetap menjaga keseimbangan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. Tembakau dengan kualitas premium atau grade A diprioritaskan untuk memenuhi standar global, sementara tembakau grade medium ke bawah dialokasikan untuk memenuhi tingginya permintaan industri domestik yang tetap membutuhkan pasokan berkualitas. Tahun ini, PTPN I Regional 5 mematok target produksi yang cukup ambisius dengan luas area tanam mencapai 400 hektare (ha). Dari luasan tersebut, korporasi mengejar angka produktivitas sekitar 1,2 ton per ha, dengan target minimal 30 persen dari total produksi masuk dalam kategori mutu terbaik (Mutu 1) yang siap diekspor. Pola distribusinya pun dilakukan secara terukur, dimana kebutuhan pasar ekspor dilepas secara bertahap selama satu tahun guna menjaga stabilitas dan menyesuaikan dengan pola penyerapan pasar, baik global maupun domestik. Namun, ambisi besar tersebut harus berhadapan dengan tantangan alam yang tidak menentu. Subagiyo mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan mitigasi berlapis untuk mengantisipasi anomali cuaca. Pada fase awal tanam yang masih kerap diguyur hujan, tim teknis mengoptimalkan sistem “patusan” agar serapan air ke dalam tanah berlangsung cepat dan tidak merusak akar. Sebaliknya, saat memasuki fase perawatan yang diprediksi akan dihantam El Nino, sistem irigasi presisi telah disiapkan agar tanaman tidak kekurangan cairan di tengah suhu ekstrem. Selain pengaturan air, penggunaan naungan tetap menjadi senjata utama dalam menjaga estetika dan kualitas daun tembakau Jember. Naungan tersebut berfungsi sebagai pelindung untuk mengurangi efek panas matahari langsung yang bisa merusak elastisitas daun. Dengan persiapan teknis yang matang dan strategi perluasan pasar yang agresif ke Rusia dan Cina, PTPN I Regional 5 optimistis tembakau Indonesia akan terus mengepul di pasar dunia, membawa kualitas terbaik dari bumi Jember ke tangan para penikmat cerutu global. (*) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos SMA Negeri 1 Pontianak Tak Ikut LCC Ulang Pelaku Pembunuh Polisi di Lampung Mati Ditembak