SMAN 1 Pontianak.SMA Negeri 1 Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: Istimewa)

SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Usulan MPR-RI akan menggelar ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar setelah terjadi protes peserta dan publik. Namun, SMA Negeri 1 Pontianak menyatakan tidak akan ikut dalam pelaksanaan LCC ulang tersebut, dan mendukung SMAN 1 Sambas mewakili Provinsi Kalimantan Barat tingkat nasional.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” demikian pernyataan sikap Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati S.Sos, M.Si yang diterima Sumatralink.id, Kamis (14/5/2026).

Pernyataan sikap SMAN 1 Pontianak yang disampaikan Kepala Sekolah Indang Maryati pada 14 Mei 2026 tersebut berisi delapan poin, menanggapi polemik yang berkembang di masyarakat Indonesia pasca-LCC 4 Pilar MPR-RI tingkat Provinsi Kalbar, Sabtu (9/5/2026).

Sebelumnya, MPR-RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final LCC Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalbar pascapolemik kekeliruan penilaian juri, sehingga merugikan peserta dari SMAN 1 Pontianak.

Ketua MPR-RI Ahmad Muzani mengatakan, LCC 4 Pilar MPR-RI ulang akan digelar dalam waktu dekat dengan perubahan pada jajaran dewan juri. Rencananya, juri perlombaan LCC ulang dari kalangan independen seperti akademisi.

“LCC di tingkat Kalbar yang final akan kita lakukan ulang. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” kata Muzani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Seorang peserta Joshepa Alexandra (panggilannya Ocha) dari Kelompok C merasa dirugikan memprotes dewan juri, yang menyalahkan jawabannya dan mengurangi nilai Kelompok C. Sedangkan jawaban dari Kelompk B sama persis dengan jawaban Ocha mendapat nilai 10 dari dewan juri.

Video protes Ocha dalam penyelenggaraan LCC 4 Pilar MPR-RI tersebut menjadi viral di media sosial, banyak tanggapan dan dukungan publik kepada SMAN 1 Pontianak atas hasil LCC yang tidak sesuai dengan asas keadilan bagi peserta lomba.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak Indang Maryati menyampaikan pernyataan sikap sebanyak delapan poin. Pertama, SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memeroleh konfirmasi dan klarfikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, obyektif, dan akuntabel.

Kedua, SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini.

Ketiga, SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.

Keempat, sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memeroleh kejelasan klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.

Kelima, SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Piliar tingkat nasional.

Keenam, SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR-RI.

Ketujuh, SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahn ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.

Kedelapan, SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.

“Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai juga di LCC 4 Pilar 2027,” tulis Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak Indang Maryati. (Emye)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *