Suasana di dalamTerminal Rajabasa, Bandar Lampung. (Foto: SumatraLink.id/Mursalin Yasland) SumatraLink.id, Lampung – Persoalan terminal bayangan di pinggir jalan lintas Sumatra wilayah Lampung masih menjadi masalah pelik. Selain dinilai menggangu arus lalu lintas, juga sekaligus (sebagian) membuat penumpang merasa aman, nyaman, dan lancar melakukan perjalanan jauh. Keberadaan terminal bayangan ini bukan rahasia publik. Tak hanya keinginan awak bus, penumpang, tetapi juga aparat kepolisian yang berwenang mengatur arus lalu lintas tampak tak memedulikannya. Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun, tanpa ada tindakan nyata. Masalah terminal bayangan yang berada di luar Terminal (resmi) Rajabasa membuat Komisi V DPR RI angkat bicara. Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Andi Iwan Darmawan Aras saat kunjungan kerja ke Terminal Rajabasa, Rabu (27/3/2024), meminta aparat keamanan menindak bus yang “ngetem” di terminal bayangan. Perlunya penindakan tegas ini, menurut dia, karena kehadiran terminal banyangan telah mengganggu kelancaran arus lalu lintas, dan penyebab pokok terjadinya kemacetan arus lalu lintas di jalan lintas Sumatra. Kunjungan anggota DPR tersebut, dalam rangka kelancaran arus mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H. Kepada aparat berwenang Pemprov Lampung, Andi meminta dapat menindak awak bus di terminal bayangan yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. “Namun yang terpenting bagaimana menghilangkan terminal bayangan yang ada di luar (terminal resmi),” kata Andi Iwan Darmawan kepada wartawan. Menurut dia, kehadiran terminal bayangan yang tidak resmi dan berada di luar terminal resmi Rajabasa telah membuat dampak negatif bagi pengguna jalan lainnya terutama kelancaran arus lalu lintas di jalan lintas, sehingga masyarakat tidak nyaman. Baca juga: Terminal Rajabasa Sepi, Terminal Bayangan Justru Ramai (Bag. 1) Mengenai penindakan termina bayangan, Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung Marsusi tidak dapat berbuat banyak, karena bukan wewenang tugasnya. Ia mengatakan, tugasnya hanya dalam lingkungan Terminal Rajabasa. “Bukan wewenang kami,” kata Marsusi di Terminal Rajabasa kepada awak pers, Rabu (27/3/2024). Menurut dia, yang lebih berhak menindak aktivitas terminal bayangan pihak Dinas Perhubungan, BPTD dan kepolisian. Sedangkan tugasnya selaku kepala terminal hanya mengelola aktivitas internal Terminal Rajabasa. “SOP-nya hanya Terminal Rajabasa,” ujarnya. Berdasarkan pemantauan SumatraLink.id (REPUBLIKA NETWORK) di Terminal Rajabasa Kota Bandar Lampung, Kamis (28/3/2024), fasilitas publik yang telah disiapkan dan disediakan pengelola terminal sudah cukup memadai, meski beberapa tempat masih perlu diperbaiki dan tingkatkan pelayanannya. Beberapa penumpang bus, berharap pengelola dan pemerintah terus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan penumpang di dalam terminal dari tindak kekerasan dan kriminalitas seperti imej “angker” yang masih belum hilang di masyarakat. “Kalau fasilitas sudah baik dari sebelumnya, tapi memang penumpang masuk terminal masih sepi saja, barang kali belum ada jaminan keamanan dan kenyamanan penumpang di dalam Terminal Rajabasa,” kata Rudi, warga Hanura, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Menurut dia, lampu penerangan, toilet, tempat tunggu penumpang dan layanan bus saat ini sudah memadai dibandingkan zaman dulu yang semrawut. Selain itu, penataan di terminal baik angkutan bus penumpang, pengantar, tukang ojek, angkot, sudah mulai teratur. Marsusi mengatakan, perbaikan dan peningkatan layanan publik terus dilakukan dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan penumpang. Ia mengatakan salah satu hal penting seperti kamar mandi (toilet), ruang tunggu penumpang, dan bagi ibu menyusui dan lainnya sudah disiapkan. Selain itu, pihak pengelola termina juga telah menyiapkan ruang tunggu khusus bagi penumpang yang ingin bermalam di terminal dan akan melanjutkan perjalanan esok harinya. Pada arus mudik lebaran mendatang, juga biasanya disiapkan posko kemanana, agar penumpang aman dan nyaman. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Terminal Rajabasa Sepi, Terminal Bayangan Justru Ramai (Bag. 1) Berobat Kanker Hanya dengan Senyuman