SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Ijtima (pertemuan) ulama Jamaah Tabligh (JT) Indonesia dan dunia berlangsung di lahan Pemprov Lampung, Kotabaru, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, selama tiga hari, Jumat sampai Ahad (28-30/11/2025). Kegiatan keagamaan tersebut berpusat di Masjid Al Hijrah dan pelataran Komplek Pemprov Lampung, yang sebelumnya terbengkalai sejak belasan tahun lalu, sejak Gubernur Lampung Sjachroedin ZP tidak menjabat lagi. Ijtima ulama JT mendapat dukungan dari Pemprov Lampung, Polda Lampung, dan Kodam XX/Radin Inten, serta jajaran lainnya. Pelaksanaan ijtima ini menghadirkan jamaah dari nusantara dan manca negara. Kehadiran jamaah JT ini berdatangan jauh sebelum pelaksanaan ijtima dimulai. Mereka ditempatkan di masjid, kantor gubernur, dan tenda-tenda darurat di hamparan lahan kosong. Untuk melengkapi pertemuan, panitia menyiapkan dapur umum, penampungan air bersih, MCK, dan sarana parkir kendaraan, dan perlengkapan ibadah lainnya. Pelaksanaan ijtima ini juga dimeriahkan adanya transaksi jual beli pedangan UMKM di sekitar lokasi. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau pelaksanaan lokasi Ijtima bertajuk Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025). Mirza mengatakan, komitmen Pemprov Lampung terus mendukung dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berskala internasional berjalan dengan aman, tertib, dan khusyuk. “Fokus kami adalah memberikan rasa nyaman kepada seluruh jemaah agar dapat beribadah dengan tenang,” ujar Mirza, yang dilantik Presiden Prabowo sebagai gubernur Lampung pada 20 Februari 2025. Untuk menunjang kegiatan, Pemprov Lampung telah menyiapkan layanan kesehatan melalui posko-posko yang dijaga tenaga medis selama acara berlangsung. Pemerintah daerah juga memperkuat dukungan teknis dan logistik guna memastikan distribusi kebutuhan jemaah berjalan lancar. Sejumlah fasilitas pendukung di kawasan Kota Baru telah dipersiapkan, termasuk penambalan jalan rusak serta perbaikan akses menuju lokasi kegiatan. Panitia menyediakan 3.500 fasilitas MCK dan 200 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar jamaah selama kegiatan. Selain ajang silaturahmi dan doa bersama, kegiatan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pergerakan jamaah dalam jumlah besar turut menggerakkan sektor usaha lokal, moda transportasi, kuliner, hingga layanan jasa lainnya. (Emye/Diskominfotik Lampung) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Banjir Bandang Terjang Padang Panjang Aceh Layangkan Surat ke PBB Minta Bantuan Penanganan Bencana Banjir