Pohon tumbang timpa motor.Pohon tumbang timpa motor mahasiswa Unila, Selasa (5/5/2026).

SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Sebanyak delapan motor mahasiswa yang parkir ditimpa pohon, saat hujan disertai angin kencang, Selasa (5/5/2026). Sebagai bentuki keprihatinan, rektorat Unila memberikan bantuan perbaikan kerusakan motor mahasiswa tersbut.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unila, Budi Sutomo mengatakan, keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa merupakan prioritas utama. Sejak insiden terjadi, tim Sarana dan Prasarana Unila telah bergerak cepat membersihkan lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa.

“Kami sangat memahami kesulitan mahasiswa yang terdampak. Saat ini, Unila sedang menyiapkan mekanisme bantuan agar proses perbaikan kendaraan dapat dilakukan secara transparan dan tepat sasaran,” kata Budi Sutomo dalam keterangan persnya yang diterima, Rabu (6/5/2026).

Budi mengatakan, bentuk dukungan yang diberikan adalah bantuan perbaikan unit secara langsung, bukan pemberian ganti rugi dalam bentuk uang tunai. Hal ini disesuaikan dengan regulasi birokrasi dan aturan keuangan negara yang berlaku.

“Pimpinan sedang mengkaji langkah-langkah bantuan perbaikan atau kebijakan lain yang sifatnya meringankan bagi mahasiswa terdampak, dengan tetap mematuhi koridor hukum dan aturan birokrasi,” kata Budi.

Kepala Bagian Umum Unila, Edwin mengatakan, berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tercatat delapan unit kendaraan bermotor mengalami kerusakan di area parkir depan UPA Bahasa Unila.

“Kami sudah mendata delapan mahasiswa yang terdampak, terdiri dari empat mahasiswa FISIP dan empat mahasiswa FH. Daftar kerusakan dari kategori sedang hingga berat sudah kami inventarisasi untuk proses selanjutnya,” ujar Edwin.

Selain bantuan perbaikan, Unila melakukan langkah strategis untuk menjamin keamanan jangka panjang di lingkungan kampus meliputi audit lingkungan melalui Tim Taman dan Lingkungan menyisir pohon-pohon tua atau rawan tumbang untuk segera dilakukan pemangkasan (topping).

Kemudian evaluasi fasilitas, yakni dengan meningkatkan perawatan rutin terhadap seluruh fasilitas publik guna mengantisipasi dampak cuaca buruk di masa depan, serta imbauan kewaspadaan dari pihak kampus untuk sivitas akademika agar lebih waspada saat cuaca ekstrem.

Dengan langkah responsif ini, Unila berharap mahasiswa dapat kembali merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas akademik di lingkungan kampus. (*)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *