Seorang korban tak berdaya dibantu aparat dan warga saat banjir di Aceh. (Foto: Sumatralink.id/Acehprov.go.id)

SUMATRALINK.ID, BANDA ACEH – Sudah 18 hari penanganan pascabanjir bandang di Tanah Rencong yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) belum teratasi dengan masif. Status bencana nasional yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba, Pemprov Aceh mencari solusi terbaik untuk rakyatnya yang terdampak banjir.

Pemprov Aceh melayangkan surat kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui dua lembaganya yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF. Dua lembaga tersebut diharapkan dapat membantu Aceh dalam penanganan pascabanjir bandang di 18 kabupaten di Aceh.

Permohonan bantuan penanganan tanggap darurat pascabencana tersebut, karena dua lembaga PBB tersebut berpengalaman ketika turun di lapangan saat bencana gelombang tsunami di Aceh tahun Desember 2004.

Secara khusus Pemerintah Aceh secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF.

“Benar (sudah menyurati). Mempertimbangkan mereka lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan kami rasa sangat dibutuhkan,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA seperti dikutip kanalaceh.com, Ahad (14/12/2025).

Pemerintah Aceh menilai eskalasi kerusakan infrastruktur akibat diterjang banjir longsor di 18 kabupaten kota cukup luas dan membuat ratusan warga kehilangan nyawa dan sebagian dinyatakan hilang hingga pekan ketiga.

Ia menyebutkan, Pemerintah Aceh mencatat hingga hari ini sudah ada 77 lembaga dan 1.960 relawan yang masuk ke Aceh dalam upaya pemulihan bencana Aceh. Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional dan internasional.

Adapun lembaga yang sudah masuk dalam desk relawan BNPB untuk Aceh yaitu Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe dan beberapa lainnya.

“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respon kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur sangat berterima kasih atas niat baik dan konstribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh ini,” kata Muhammad MTA. (Emye)

Editor: Mursalin Yasland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *