SEMASA SMA, sekira 40 tahun silam, Stadion Bumi Sriwijaya di pusat Kota Palembang selalu menjadi fokus wong Palembang. Setiap kali PS Kramayudha Tiga Berlian (KTB) main bola di stadion itu, selalu nonton. Karcis ludes tribun pun penuh. KTB, rata-rata pemain nasional (PSSI). Ada Hermansyah (keeper), Hery Kiswanto (Libero), Rulli Nere, Bambang Nurdiansyah (penyerang) dll. Kehadiran pemain-pemain terkenal, membuat ghiroh sepakbola di Sumatra Selatan (Sumsel) bergeliat. Apalagi KTB selalu juara liga. Konferensi pers personel KlaProject saat manggung di Palembang tahun 1995. (Foto: Mursalin Yasland/Sumatralik.id, Insert: Icuk M Syakir/SRS) Tak hanya untuk sepakbola, Stadion Bumi Sriwijaya selalu juga termanfaat untuk konser musik. Setahu dulu, ada konser Raja Dangdut Rhoma Irama dengan Soneta Group, Achmad Albar dengan Music Rock God Bless, Iwan Fals dan Sawung Jabo dengan Swami/Kantata Takwa, dan KlaProject. Nah, grup musik yang terakhir ini, KlaProject, tak hanya menonton tapi juga liputan. Mulai dari jumpa pers dengan personel KlaProject hingga manggung di Stadion Bumi Sriwijaya malam hari. Sebagai wartawan muda dan pemula kala itu, liputan desk seni/hiburan sangat mengasyikkan. Selain gratis nonton, juga ketemu artis-artis yang biasa hanya dapat dilihat dan ditonton di televisi, koran, atau tabloid saja. Kesempatan emas ini dapat bertemu langsung dan wawancara dengan mereka. Sepanjang konser mulai lagu pembuka random dari album pertama hingga ketiga KlaProject sampai waktu terakhir konser mendekati pukul 24.00. Waktu itu, posisi wartawan masih bisa berada dan melihat langsung dari belakang panggung konser. Musisi Katon Bagaskara, sang penyanyi KlaProject terpantau lebih dari empat kali ganti baju malam itu. Panas dan berkeringat. Konser berakhir dengan lagu “oncak” (Bahasa Palembang/unggulan) penutup; “Yogyakarta”. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter/X Threads Navigasi pos Sajam dan Busur Panah dalam Pondok Pesantren?