SUMATRALINK.ID, LAMPUNG — Kasus menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sindang Sari, Kotabumi Kota, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, beberapa hari lalu, sempat viral videonya di media sosial. Beragam tanggapan dari para netizen atas keteledoran pengelola SPPG yang memberikan menu MBG busuk, berlendir, dan tidak layak konsumsi bagi manusia apalagi anak SD. Kejadian yang miris ini membuat belasan anak SDN 3 setempat mengalami keracunan. Keluhan para murid seperti disampaikan orangtua atau wali murid yakni sakit perut, muntah-muntah, dan diare. Kepala Sekolah SDN 3 Sindang Sari, Ida Yulia Mega membenarkan, terdapat menu makanan Program MBG yang diterima pihak sekolah tidak layak dikonsumsi manusia, terutama anak SD. Hal semacam ini, menurut dia, bukan pertama kali, tapi sudah sering. “Ada belasan anak yang sakit perut dan muntah-muntah. Gara-gara makanan MBG itu,” kata Kepsek SDN 3 Sindang Sari, Ida Yulia Mega saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/1/2025). Pihak sekolah sudah berulang kali menyampaikan keluhan dan pengaduan kepada pihak SPPG setempat, namun tidak ada hasil. Akhirnya, pihak sekolah membuat surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar kasus ini sampai di presiden dan segera ditindaklanjuti, sebelum banyak korban lainnya. Berikut surat terbuka dari SDN 3 Sindang Sari: SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Perihal: Laporan Darurat Implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Sindang Sari, Lampung Utara. Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia, Melalui surat ini, kami ingin menyampaikan jeritan hati dan fakta pahit dari lapangan mengenai implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang Bapak canangkan. Di SDN 3 Sindang Sari, Lampung Utara, niat mulia Bapak untuk mencerdaskan bangsa justru ternoda oleh praktik penyediaan makanan yang tidak manusiawi. Pada Senin, 12 Januari 2026, kami menemukan fakta bahwa makanan yang didistribusikan ke anak didik kami dalam kondisi sangat tidak layak konsumsi: Lauk tempe yang sudah busuk dan berbau.Sayuran gulai yang sudah basi dan berlendir.Buah anggur yang rusak dan tidak segar. Bapak Presiden yang kami hormati, Akibat dari kelalaian ini, sedikitnya 12 siswa kami mengalami mual, muntah, dan sakit perut hebat. Kejadian ini bukan yang pertama kali, namun merupakan puncak dari ketidakprofesionalan pengelola dapur MBG di wilayah kami. Kami tidak ingin program yang Bapak banggakan ini justru membahayakan nyawa anak-anak kami. Oleh karena itu, kami memohon kepada Bapak untuk: Mengevaluasi Total kinerja penyedia jasa/dapur MBG di Lampung Utara yang telah lalai menjaga standar keamanan pangan. Menindak Tegas oknum-oknum yang bermain dengan anggaran makanan anak sekolah hingga menyajikan makanan busuk. Menjamin Standar Nutrisi dan Kebersihan agar kejadian keracunan siswa ini tidak terulang kembali di sekolah manapun di Indonesia. Anak-anak kami adalah masa depan bangsa. Jangan biarkan kesehatan mereka dikorbankan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami sangat mendukung program Bapak, namun kami menuntut profesionalisme dan kemanusiaan dalam pelaksanaannya. Hormat kami,Keluarga Besar SDN 3 Sindang SariLampung Utara. (Emye) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Menu MBG di SDN 3 Sindang Sari Busuk dan Basi Lampung Terapkan “Kamis Beradat”, Pakai Batik dan Bahasa Lampung