SUMATRALINK.ID – Pelataran Masjid Nabawi, Madinah, ramai lalu lintas jamaah. Sutarmo duduk santai menikmati udara pagi selepas Shalat Subuh berjamaah. Tiba-tiba, seorang jamaah lelaki tak dikenal menghampirinya. Lelaki tersebut mengaku dari India. Ia menceritakan mendapat musibah, uang dalam tas kopernya raib. Ia meminta bantuan Sutarmo pinjaman uang seberapa saja, untuk pegangan selama di Tanah Suci. Sutarno kagek dengan kejadian itu. Istrinya, saat itu masih di dalam Raudho bersama jamaah perempuan lain. Tanpa sepengetahuan istrinya, ia memberikan uang 500 riyal kepada lelaki tersebut, secara ikhlas tanpa berprasangka buruk. Selama di Tanah Suci, Sutarmo tidak mengingat dan mengenang lagi pemberian uang sebesar itu kepada seorang tak dikenal yang sangat membutuhkan bantuan, karena mendapat musibah. Seiring waktu kejadian tersebut berlalu, Sutarmo dan istrinya pulang dari beribadah haji di Tanah Suci. Ia tiba di Tanah Air dengan selamat dan lancar, juga sehat. Baca juga: Berkah Air Zam Zam Jantungku Normal Lagi Tak berapa lama, rumah kediaman Sutarmo di Bandung kedatangan seorang tamu tak dikenal. Tamu tersebut dipersilahkan masuk dan duduk. Tiba-tiba, tamu tersebut memberikan amplop berisi sejumlah uang kepadanya. “Ini uang dari si A?” kata tamu misterius itu, seperti ditulis E Syarief Nurdin dkk dalam bukunya 100 Keajaiban di Tanah Suci, 1996. “Siapa si A,” tanya Sutarmo heran. “Bapak tidak akan tahu nama dia,” jawa tamu itu merahasiakan siapa yang memberinya uang tersebut. “Dalam rangka apa?” tanya Sutarmo, pensiunan Departemen Keuangan ini penasaran. “Bukan dalam rangka apa-apa,” ujar tamu tadi. Setela tamu pulang, Sutarmo segera membuka amplop berisi uang tersebut. Jumlahnya ternyata lebih besar dari pemberian sedekahnya ketika di Tanah Suci. Allahu Akbar, Sutarmo bersujud syukur. Ia meyakini bahwa Allah Maha Pembalas dan tidak akan pernah lupa atas kebaikan-kebaikan hamba-hamba-Nya yang tulus dan ikhlas. Wallahua’lam bishawab. Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Berkah Air Zam Zam Jantungku Normal Lagi