SUMATRALINK.ID – Selain beribadah puasa pada Bulan Ramadhan, aktivitas lainnya yang tidak boleh ditinggalkan yakni berdoa. Pada bulan penuh barokah ini sebagai seorang hamba yang lemah dan hina, hendaknya terus memohon kepada Allah Subhanahuwata’ala (SWT) untuk kebaikan di dunia dan akhirat. Mengisi hari-hari di sela-sela baik siang maupun malam hari, seharunya pada Ramadhan tahun ini semakin meningkatkan doa-doa kita kepada yang Maha Agung dan Maha Kuasa yang menguasai kerajaan langit dan bumi dibandingkan hari-hari di luar Ramadhan. Yakinlah, semua doa-doa kita dikabulkan Allah SWT, meskipun ada yang berdoa langsung dikabulkan di dunia, dan ada juga doanya dikabulkan tapi ditunda beberapa saat atau dipanen pada hari akhirat. Dari Sulaiman Rodhiyallahuanhu berkata, Rasul SAW telah bersabda, “Sesungguhnya Allah yang Hidup dan Maha Lembut malu jika seseorang mengangkat kedua tangan kepada-Nya dan Dia membiarkan keduanya kosong tanpa mendapatkan apa-apa,” (HR. Abu Dawud, dan At-Turmudzi). Seorang ukhti hamba Allah pada suatu majelis Ustadz Adi Hidayat hafidzohullah menanyakan, dirinya telah berdoa sesuatu pada Ramadhan tahun sebelumnya, namun hingga memasuki Ramadhan tahun ini belum juga dikabulkan Allah SWT. Ia meminta nasihat dari ustads atas kejadian yang menimpanya tersebut. Ustadz Adi Hidayat menanggapi, boleh jadi doa-doa yang disampaikan ukhti tersebut belum saatnya dikabulkan pada saat ini, karena Allah SWT masih menundanya sementara, karena boleh jadi dibalik hal itu ada kebaikan bagi hamba tersebut. Ia mengilustrasikan saat Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) berdoa kepada Allah SWT untuk memindahkan kiblat kaum muslimin dari Masjidil Aqsho di Palestina ke Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Apakah doa Nabi SAW yang sholih, tidak ada dosa, dijamin masuk surga, tidak mustajab. “Doa Nabi SAW tersebut dikabulkan setelah 17 bulan berlangsung dari doanya tersebut,” kata Ustadz Adi Hidayat dalam cuplikan tayangan di media sosial, beberapa waktu lalu. Sebagai seorang hamba yang beriman kepada Allah SWT, tetaplah bersungguh-sungguh berdoa dalam kondisi apapun, baik dalam keadaan lapang ataupun sempit, baik di waktu sehat atau sakit, serta juga baik dalam kondisi muda atau tua. Selain itu, hendaknya juga pada sepanjang Ramadhan ini banyak waktu-waktu utama dan mustajab untuk berdoa, baik ketika hendak sahur, saat puasa di siang hari, dan juga beberapa saat ketika berbuka puasa. Dari sekian banyak doa yang dipanjatkan untuk kebutuhan diri kita atau keluarga kita, yang terpenting dari itu berburulah banyak berdoa sesuai yang diajarkan syariat baik di sela-sela berpuasa maupaun saat shalat Tarawih, yakni: “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni” yang artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku”. Setelah itu, iringilah doa-doa kebaikan di dunia dan akhirat untuk diri kita sendiri, istri/suami dan anak-anak kita, juga kedua orang tua kita, serta kaum muslimin lainnya di dunia. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Perbanyak Sedekah, Harta Takkan Berkurang Perumpamaan Berdzikir Seperti Orang Hidup dan Mati