SUMATRALINK.ID – Umur umat Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) berkisar 60 sampai 70 tahun, lebih dari itu “bonus” dari Allah Subhanahu wata’ala (SWT). Anas bin Malik Rodhiyallahuanhu (RA), pembantu sekaligus sahabat Rasulullah SAW hidup satu abad lebih tiga tahun. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Muhammad SAW. “Ya Allah, berikanlah dia harta dan keturunan, dan berkahilah hidupnya,” doa Rasul SAW untuk Anas bin Malik ra. Setelah menikah Anas memiliki banyak anak dan keturunan. Cucunya melebihi 100 orang, dan hidupnya sangat berkah mencapai 103 tahun. Saat Rasulullah SAW wafat, Anas bin Malik masih menjalani dakwah Nabi SAW hingga 80 tahun lamanya. Menurut riwayatnya, hari-harinya, Anas bin Malik hidup bersama Rasul SAW, sehingga kedudukannya sangat dekat sekali. Anas melayani aktivitas beliau SAW baik di dalam rumah maupun di luar kesehariannya. Tak heran, Anas tahu persis aktivitas beliau sehari-hari baik dari ilmu maupun perilaku Rasul SAW dibandingkan orang lain. Ummu Sulaim al-Ghumaisha, ibu Anas gelisah dengan anak kecilnya. Ia tumbuh dari seorang bapak bernama Malik yang menganut agama nenek moyang di Madinah. Bahkan, Malik menyuruh Ummu Sulaim murtad dari Islam. Namun, Malik terbunuh oleh musuhnya. Anas menjadi anak yatim. Sejak kecil Anas dididik dengan Islam dan mencintai Rasulullah SAW. Sehingga tertanam dan membekas di benak Anas kecil untuk bertemu Nabi SAW kelak dewasa. Nabi Muhammad SAW bersama sahabat hijrah ke Madinah. Kesempatan ini tidak disia-siakan Ummu Sulaim. Ia bersama Anas kecil menemui Nabi SAW. “Wahai Rasulullah, ini adalah Unais (panggilan Anas kecil) anakku. Aku membawakan kepadamu agar dia bisa membantumu. Maka berdoalah kepada Allah untuk kebaikannya. Dalam buku Sahabat-sahabat Rasulullah karya Syaikh Mahmud Al-Mishri (II/2010), Anas menuturkan, Nabi SAW berdoa: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya, serta panjangkanlah umurnya.” Ummu Sulaim menitipkan Anas kepada Nabi SAW ketika berusia 10 tahun. Ibunya meminta Anas menjadi pelayan Nabi SAW. Ketika Rasul SAW wafat, Anas telah menginjak usia 20 tahun. Selama 10 tahun bersama Nabi SAW, banyak ilmu dan teladan dari kekasihnya tersebut. “Aku tidak menyentuh sutera, baik yang halus maupun kasar, yang lebih lembut daripada telapak tangan Nabi SAW, dan akut tidak mencium bau atau aroma sekalipun yang lebih harum daripada bau atau aroma Rasulullah SAW,’ kata Anas bin Malik ra memberikan testimoninya. Selama itu pula Anas kecil hingga remaja belajar banyak terhadap petunjuk agama, sunnah-sunnah Nabi SAW, akhlak dan perilakunya, sifat-sifatnya, setiap waktu. Sehingga akhirnya, Anas bin Malik menjadi sahabat Rasul SAW yang banyak mengetahui hadis-hadist Nabi SAW, juga termasuk sahabat yang paling mirip dengan Nabi SAW ketika dalam shalat, ibadah, dan akhlaknya. Sepeninggal Nabi SAW, seperti dikutip buku Ingin Hidup 4.000 Tahun karya Muhammad Abu Anwar ((2010), umur Anas bin Malik masih diberikan waktu 80 tahun yang berkah. Sehingga keberadaan Anas sangat penting bagi para sahabat, tabi’in untuk menggali ilmu, hadist, dan petunjuk serta ajaran Nabi SAW kala itu. Tak disangkal usia yang panjang dan mendapat keberkahan tersebut, Anas bin Malik menjadi referensi utama bagi para sahabat dan para tabi’in untuk menyelami sunnah-sunnah Nabi SAW. Sehingga banyak para sahabat dan tabi’in mengadukan permasalahan yang dihadapi kepada Anas, dan percaya apa yang diputuskannya. “Aku berharap dapat berjumpa dengan Rasulullah SAW pada hari kiamat, sehingga aku dapat berkata kepada beliau, ‘Ya Rasulullah SAW, inilah pembantu kecilmu, Unais,” kata Anas dalam doanya. Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Arab Badui Minta Lehernya Tertancap Panah lalu Masuk Surga Nasikah, Portal Surga yang Tertutup