Gunung Anak Krakatau.Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengalami erupsi. (Foto: Dok. Sumatralink.id)

SUMATRALINK.ID, LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda berbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Banten sepanjang bulan ini mengalami erupsi sebanyak 11 kali.

Menurut laporan magma.esdm.go.id, Rabu (8/7/2026) malam, terjadi erupsi GAK pada Rabu terakhir pada pukul 11.47 dengan tinggi kolom letusan teramati sekira 200 meter di atas puncak atau sekira 357 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan yang dibuat Deny Mardiono, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 42 detik.

“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” tulis Deny Mardiono dalam situs tersebut.

Sepanjang bulan ini, tercatat sudah 11 kali GAK mengalami aktivitas erupsi. Erupsi GAK mulai terjadi sepekan lalu. Pada Kamis (2/7/2026) pada pukul 14.05 terjadi erupsi GAK dengan tinggi kolom abu teramati sekira 200 m di atas puncak atau sekira 357 m di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 20 detik.

Saat ini, GAK masih berstatus Level III atau Siaga. Kepada masyarakat, wisatawan, atau pendaki gunung, Badan Geologi mengimbau tidak mendekati gunung tersebut dan tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Pemantauan terhadap aktivitas vulkanis GAK terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan erupsi setiap waktunya. (Mursalin Yasland)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *