SUMATRALINK.ID, PALEMBANG – Kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) yang menyelimuti Kota Palembang terparah pada Kamis (15/10/2026). Jarak pandang (visibility) yang pendek menyebabkan menara kembar Jembatan Ampera di atas Sungai Musi ‘menghilang’. Berdasarkan keterangan warga Palembang, kabut asap terparah sudah terpantau pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Menjelang pagi, kabut asap makin menebal dan jarak pandang berkisar lima sampai 10 meter. Tebalnya kabut asap mengkhawatirkan keselamatan arus lalu lintas kendaraan dan orang. Sebagian besar anak sekolah belajar daring di rumah masing-masing, dan pegawai kantoran sebagian besar masih tetap bekerja. “Menyala Palembang. Pagi ini asli nian pekatnya. Oooo…. pemerintah pusat dan daerah kemana kalian nih? Mau sampai kapan begini?” kata Lenny, warga Palembang. Keluhan warga lain mengatakan, tebalnya kabut asap yang terjadi sebulan lebih ini membuat kondisi kesehatan warga menurun. Namun, kondisi pada Kamis ini, jarak pandang sangat pendek, sehingga saat melintas di Jembatan Ampera, sudah tidak terlihat lagi menara kembarnya atau hilang dari penghilatan. “Alangke tebelnyo asep, sampe kepala aku sakit. Ya Allah turunkanlah hujan di Kota Palembang ini!” ujar Dede Hendra, warga Palembang lainnya. Kabut asap yang menyelimuti sebagian besar Kota Palembang sudah terjadi lebih dari satu bulan. Kondisi karhutlah yang terjadi belum dapat segera diatasi membuat kondisi asap semakin menebal. “Bukan berkurang asep, bertambah pekat lagi ado. Hari ini sakit nian kalu terhisap asep sakeng tebalnyo,” kata Sri W, warga Palembang. Warga Palembang berharap pemerintah pusat dan daerah segera kerahkan berbagai sumber daya, untuk segera mematikan karhutlah yang masih menyala. “Jangan hanya rapat-rapat terus dan omon-omon mau bantu peralatan dan personel tapi kenyataannya api masih menyala, asap makin tebal. Mana hasilnya?” ujar Agus, warga Talang Kerangga, Palembang. (Emye) Editor: Mursalin Yasland Facebook WhatsApp Twitter/X Threads Navigasi pos Pelunasan Biaya Haji Tahun 2027 Sebesar Rp 23,24 Juta