SUMATRALINK.ID – Ibadah puasa Ramadhan bagi umat Muslim hanya setahun sekali yang dilaksanakan sebulan penuh. Salah satu hal terpenting bagi umat Muslim dalam berpuasa yakni ketika waktu sahur. Sebagian umat Muslim banyak yang melalaikan waktu sahur, baik sengaja atau tidak sengaja. Bahkan, ada sama sekali tidak menginginkan sahur ketika puasa, dikarenakan dapat mengganggu waktu tidur (istirahat). Sahur yakni makan atau minum di akhir malam hingga menjelang waktu Subuh. Semua umat ada yang yang menjalankan puasa, namun terdapat perbedaan puasa kaum Muslimin dengan kaum beragama lain yakni pada waktu sahur. “Yang membedakan puasa kita dengan puasa ahlul kitab adalah makan sahur,” (HR. Muslim) Selama ini, masih banyak yang beranggapan bersahur menyusahkan atau menyebalkan. Tak nafsu makan atau tak sedap minum di waktu sahur penyebab sebagian mereka enggan bersahur. Atau juga masih mengantuk dan tanggung waktu tidurnya. Bila kita tahu istimewanya waktu sahur, tentu kita tidak meremehkan atau melalaikannya. Maka itu, Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) memerintahkan umatnya untuk bersahur. “Bersahurlah kamu sekalian, sesungguhnya sahur itu barokah,” (HR. Muttafaqun’alaih). Jadi, makan (minum) sahur itu penuh barokah. Berbeda dengan umat lain yang puasa tapi tidak sahur. Bahkan, Nabi Muhammad SAW malah memuji ketika sahur dengan makan buah kurma. “Sahur orang mukmin yang paling nikmat adalah buah kurma,” (HR. Abu Dawud). Artinya, bangun dari tidur pada malam bulan Ramadhan untuk bersahur hanya memakan sebiji kurma atau seteguk air, sudah cukup untuk mendapatkan barokah dari sahur. Setidaknya makan/minum waktu sahur, pada esok harinya kondisi tubuh kita yang berpuasa akan sehat dan kuat tidak lemas dan lesu. Dan yang terpenting, barokah sahur ini sampai-sampai Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang bersahur. Jadi, sangat merugi bila kita berpuasa tapi tidak sahur atau tidak pernah sahur. “Semua sahur adalah barokah. Maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun diantara kalian hanya meneguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang melakukan sahur,” (HR. Ahmad, dan Al-Mundziri menyatakan sanad hadist ini kuat). Mengenai kapan berakhirnya waktu sahur, yakni menjelang Azan Subuh. Jarak selesai sahur hingga waktu Shalat Subuh, Anas bin Malik Rodhiyallahuanhu mengatakan, kira-kira membawa 50 ayat Al-Quran. Sedangkan Aisyah Rodhiyallahuanha mengatakan, Nabi SAW bersabda, “Makan dan minumlah kamu sekalian sampai Ibnu Abi Maktum (bilal) adzan (Subuh), sesungguhnya ia tidak akan adzan kecuali ketika fajar telah terbit,” (HR. Bukhori). Allahua’lam bishawab. (Mursalin Yasland) Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Kapan Puasa Ramadhan Dilaksanakan? Ramadhan, Saatnya Tilawah Al-Quran