Ilustrasi gelar akademik. (Foto Ilustrasi: mgrol92/Republika.co.id) SumatraLink.id — Oleh Mursalin Yasland (Jurnalis) Ngemeng-ngemeng (istilah komedian Tukul Arwana) soal gelar atau titel, belum ada yang menandingi pejabat satu ini. Situs muri.org mencatat gelar terbanyak masih disematkan Sekretaris Daerah Pemkab Ogan Komerin Ulu, Provinsi Sumatra Selatan; Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, S.E., S.H., M.T., M.Si., M.H.,M.Pd., Titel di depan dan dibelakang namanya ada 11 gelar akademik, dan juga dibelakang namanya tersemat 72 gelar nonakademik (profesi), tak cukup menuliskannya. Tarmizi mengawali karir sebagai guru dan mencapai top-nya sebagai sekda (jabatan tertinggi ASN). Kabar terakhir, setelah ilmu duniawi diraih, ia mulai mendalami ilmu agama Islam dengan para ustadz. Dari deretan atau sepanjang titel Achmad Tarmizi, tidak ada gelar Doctor Honoris Causa (Dr HC). Mungkin, dia tipenya bukan meraih tanpa payah, tapi meraih dengan usaha. Ngemeng-ngemeng gelar Dr HC ini, masih ingat saat senat Universitas Padjadjaran (Unpad) ingin memberikan Doktor Kehormatan atau gelar Dr HC kepada Megawati di bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan. Para alumni dan berbagai pihak menolak, muncullah penolakan melalui petisi online change.org digagas Genta Bijaksana, alumni Unpad. Ada 500-an yang menandatangani petisi itu pada Mei 2016. Berdasarkan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2013 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan pada Pasal 4 calon penerima gelar Doktor Kehormatan harus (b) memiliki gelar akademik paling rendah Sarjana (S-1) atau setara. Baca juga: Nabi Muhammad SAW, Reformis Sejati Tak Terbantahkan Nah, disini Megawati tak memenuhi syarat, karena ia tidak tuntas kuliah di Fakultas Pertanian Unpad. Nah, pirtinyiinnyi (istilah Tukul lagi), kenapa pula senat Unpad ngotot??? Ngemeng-ngemeng soal Dr HC ini, masih ingat menyusuri saat eks Wakil Presiden Moh Hatta mau mendapatkan gelar Dr HC dari Universitas Indonesia (UI) tahun 1975. Terjadi perdebatan pada anggota senat UI dan akademisi. Baca juga: Ketika Dewi Sandra Tersandra Netizen 62 UI mau memberi gelar Dr HC di bidang Ilmu Hukum, sedangkan Moh Hatta sudah dikenal bapak koperasi yang jelas-jelas di bidang ekonomi. Memang, sebelum-sebelumnya Moh Hatta sudah dapat gelar Dr HC dari Unhas dan lain-lainnya. Pertinyiinnyi, kenapa pula Ilmu Hukum??? Belum lama ini, Senat Unila memberi gelar Doktor Kehormatan kepada Arinal Djunaidi (Gubernur Lampung) dan Herman HN (eks Wali Kota Bandar Lampung. Ir Arinal Djunaidi saat ini sudah purnatugas dari jabatan gubernur Lampung pada 12 Juni 2024. Alasan Unila, Arinal dinilai berperan dalam program Kartu Petani Berjaya (KPB). Arinal bersama Wakil Gubernur Chusnunia (setahun sebelum masa jabatan berakhir mundur karena kontestasi pileg 2024) dilantik pada 12 Juni 2019. Ngemeng-ngemeng program KPB program unggulan Arinal, berdasarkan pengamatan tahun pertama menjabat 2019 pendataan petani, tahun 2020 – 2021 pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, tahun 2022-2023 baru mau bangkit lagi ekonomi dan pembangunan nasional. Nah, pirtinyiinnyi, sudahkah terealisasi KPB ini??? Apakah petani terbantu dengan program ini??? Baca juga: Salah Kaprah Menimbang Kejadian dengan Logika Sesat Unila memandang Herman HN mampu mengelola infrastruktur kota. Salah satunya terwujud nyata ada 11 jembatan layang (fly over) dan 1 under pass. Selama dua periode menjabat, terutama di persimpangan dan perempatan jalan kemacetan berkurang. Menariknya kedua pejabat/eks pejabat publik di Lampung ini sama-sama ketua parpol besar di provinsi Lampung. Keduanya, sepanjang pengamatan juga turut andil besar secara meteril pada pembangunan fisik di lingkungan kampus Unila. Baca juga: Cerita dari Lampung Merah, Kado Hari Pers Nasional Arinal menghibahkan lahan Pemprov Lampung di Kotabaru kepada Unila seluas 150 hektare sejak Rektor Unila Prof Lusmeilia Afriani, menggantikan Rektor Unila sebelumnya Prof Karomani yang terjerat persoalan hukum perkara suap. Sedangkan Herman HN membantu pembangunan gedung rumah sakit dan gedung fakultas di Unila sejak zaman Rektor Prof Karomani. Pirtinyiinnyi, apa iya ada balas budi semua itu??? Allahu’alam bishawab. Facebook WhatsApp Twitter Threads Navigasi pos Nabi Muhammad SAW, Reformis Sejati Tak Terbantahkan Menakjubkan, Berhaji dan Berkurban Tak Pernah Surut